Arsip Tag: Pustakawan

Saya Prihatin Perpustakaan (Masih) Jadi Tempat Sampah

Perpustakaan "Tong Sampah"

Belum lama-lama ini dunia kepustakawanan lagi-lagi dikejutkan dengan kabar yang cukup heboh. Kabar datang dari pemerintahan DKI Jakarta yang dikomandoi oleh Gubernur Joko Widodo (Jokowi) mengenai rotasi yang terjadi dalam jajarannya. Dalam 20 pejabat eselon II yang dirotasi terdapat nama Walikota Jakarta Selatan, Anas Effendi, yang diberikan jabatan baru sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta.

Mengapa Digeser?

Publik, khususnya yang berkecimpung di dunia kepustakawanan pun bertanya-tanya akan rotasi yang dilakukan Jokowi. Memang sudah bukan rahasia lagi kalau selama ini perpustakaan dijadikan sebagai tempat pembuangan, tempat hukuman, tempat pengisolasian pegawai-pegawai yang kinerjanya tidak bagus, bermasalah/membangkang, dan menjelang masa pensiun. Apakah Anas Effendi kinerjanya kurang bagus? Hal ini dibantah oleh Jokowi melalui Media Indonesia (15/02/2013) “Ya karena di perpustakaan kosong. Memang di arsip itu kosong kok. Kan yang di arsip sudah pensiun”. Kinerja Anas Efefndi pun dinilai cukup bagus “Sudah bagus. Pak walikota lincah” lanjut Jokowi.

Benarkah kinerja Anas Effendi sudah bagus? Jawa Pos National Network mengungkapkan bahwa Sebelumnya, kinerja Anas Effendi sempat menjadi sorotan Boy Bernadi Sadikin yang merupakan anggota DPRD DKI sekaligus Anggota Fraksi PDIP. “Saya tinggal di Selatan, lihat saja itu galian isinya enggak jelas. Ada kabel, air, sampah. Walikota Jakarta Selatan itu kerjanya cuma tidur sama dangdutan,” kata Boy beberapa waktu lalu.

Mengenai penggeseran Anas Effendi ini saya konfirmasi kepada Ketua DCP PDI Perjuangan, Gembong Warsono, yang juga telah lama kenal sang Walikota. “Pak Anas kinerjanya sudah bagus, tapi memang selama ini hampir tidak ada inovasi” ungkap Gembong. Gembong pun membantah kalau isu politis merupakan alasan pemindahan Anas Effendi “Walikota itu memang jabatan semipolitis. Ya wajarlah kalau dulu mendukung incumbent, kan harus patuh atasan. Lagi pula Pak Jokowi orangnya objektif, yang terpenting bisa mengikuti ritme kerjanya” lanjutnya. Kita ketahui bersama bahwa Jokowi menuntut jajarannya untuk dapat bekerja cepat dan penuh inovasi untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang tinggi.

Jadi dapat dikatakan bahwa Anas Effendi belum dapat mengikuti ritme kerja Jokowi dan ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi. Lalu kenapa harus ke Badan Perpustakaan dan Arsip DKI? Boleh dikatakan Badan Perpustakaan dan Arsip daerah bukanlah bidang-bidang yang disoroti oleh sebagian besar masyarakat. Apabila kinerjanya buruk, masyarakat dan media tidak akan “rewel”, luput dari perhatian. Berbeda dengan kinerja dinas PU, apabila kinerja buruk akan sangat terlihat mencolok. Jalan rusak misalnya, akan mengganggu kegiatan transportasi, ekonomi, dan permasalahan lainnya. Hal ini tentu akan menimbulkan “keramaian”. Lihat saja PILKADA JABAR tahun ini. Isu utama yang dibahas adalah permasalahan banyaknya  jalan yang rusak. Pernahkah ada yang membahas Perpustakaan dan Arsip? Adakah calon gubernur dan wakil gubernur yang perduli?

Siapa yang punya kompetensi?

Jadi apakah Pak Jokowi masih menganggap Badan Perpustakaan dan Arsip itu tidak penting? Hilangnya aset-aset penting milik pemerintah daerah DKI Jakarta karena kacaunya pengelolaan arsip mereka sudah cukup membuat Jokowi melek pentingnya urusan ini. Jokowi sendiri sudah memetakan sumber daya manusia yang dimiliki dijajarannya. Hasilnya, Jokowi tidak menemukan orang yang kompeten dijajaran struktural pemerintahannya. Jokowi ingin mengangkat yang muda, tapi ternyata eselon II yang paling muda sudah berusia setengah abad. Ingin menemukan yang ahli dibidang perpustakaan sekaligus arsip? Apalagi… Walhasil, dengan terpaksa dan terbenturnya masalah SDM para birokrat, lagi-lagi badan perpustakaan dan arsip dikorbankan. Toh Jokowi juga berjanji melakukan penilaian dan akan kembali melakukan rotasi apabila pejabat-pejabat baru tersebut tidak maksimal kinerjanya “Jika selama enam bulan saya lihat tidak ada perubahan, ya maaf, siap saya ganti?” tantang Jokowi saat pelantikan yang disambut jawaban “Siap Pak” oleh para pejabat baru.

Kalau yang eselon itu tidak mampu, kenapa tidak mencari yang muda dibawah itu? “Syarat kepangkatannya tidak ketemu. Dan tidak mungkin langsung mengangkat seorang prajurit menjadi letnan, nanti dikepluki kapten-kaptennya” kata Gembong. Kita perlu sadari bahwa masalah pengangkatan juga memiliki peraturan. Masalah yang terpenting adalah jauhnya GAP antara yang muda dan yang tua karena Pemda pernah vakum selama 10 tahun tidak ada perekruitan.

Kenapa tidak merekruit orang luar? Hal ini lebih sulit lagi karena akan terbentur masalah peraturan. Terlebih lagi, Jokowi menginginkan orang-orang yang siap langsung bekerja. Jadi bukan orang yang harus meraba-raba permasalahan terlebih dahulu. Orang yang siap akan hal itu dan mengerti seluk beluk permasalahan tentulah orang dalam itu sendiri.

Anas Effendi menolak jabatan?

Pengangkatan Anas Effendi sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip DKI membuat kaget dirinya. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kepada media “Dia Tanya salahnya apa, Ya saya bilang enggak ada salah,” seperti yang dikutip Tempo.com. Bahkan Ahok sendiri mengungkapkan bahwa jabatan Anas Effendi yang baru ini sangat penting dan bagus untuk dirinya. “Perpustakaan itu penting lho, karena mengurusi asrip seluruh Jakarta.” Ahok pun mengungkapkan “Ya bagus dong, malah lebih pinter dipindah kesana,”.

Ahok pun mengakui bahwa keputusan Jokowi merotasi Anas Effendi menjadi kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI menggantikan Maman Achdiyat yang pensiun merupakan usulan dari Sekretaris Daerah DKI Fadjar Panjaitan. “ya kan karena Pak Maman Achdiyat-nya pensiun, jadi posisi kepala BPAD itu kosong. Terus Pak Sekda usul, yang paling tepat di Arsip dan Perpustakaan itu Pak Anas yang Wali Kota Jakarta Selatan. Kita tanya dong ke Pak Sekda, siapa yang akan menggantikan sementara Pak Anas sebagai walikota, beliau bilang ada wakilnya, jadi ya sudah aman,” ungkap Ahok seperti yang dikutip kompas.com. Jadi kalau kita mau mempertanyakan keputusan ini, Fadjar Panjaitan lah orang yang harus diminta klarifikasi.

Anas Effendi sendiri tidak hadir dalam acara pelantikan jabatan barunya. Secara hukum ini dapat dikatakan sebagai pembangkangan. Tindakan indisipliner ini tentu akan diproses dalam sidang yang nantinya akan menentukan nasib Anas Effendi sendiri. Kemungkinan pilihannya adalah dicopot atau pensiun dini.

Tentu kita bertanya-tanya apa alasan Anas Effendi menolak jabatan ini? Kalau karena beliau sadar bahwa dirinya tidak kompeten mengenai permasalahan perpustakaan dan arsip, saya angkat topi untuk Anda. Meski itu artinya melanggar sumpah PNS yang harus bersedia ditempatkan dimana saja seperti seorang prajurit. Karena seorang Prajurit berbeda dengan seorang Ksatria. Tidak semua prajurit memiliki jiwa ksatria. Namun, apabila alasan Anas Effendi menolak jabatan ini karena perpustakaan ini tidak bergengsi, bukan lahan basah, tidak popular, dsb. Maka perlu Anda ketahui bahwa saya sebagai seorang pustakawan (dan mungkin seluruh pustakawan di Indonesia) juga tidak sudi melihat perpustakaan menjadi tempat sampah!!!  Seandainya dijadikan tempat sampah pun kami menginginkan sampah yang dapat didaur ulang!!!

AutoKritik Pustakawan

Permasalahan perpindahan Anas Effendi juga ikut membuka borok pustakawan dan dunia kepustakawanan. Saya berpikir bahwa “kalian pustakawan kemana saja? Sudah melakukan hal berguna apa? Kok perpustakaan sampai luput dari perhatian masyarakat?”

Hal ini juga menjadi autokritik bagi diri saya yang seorang pustakawan dan mencintai dunia pendidikan. Bagaimana bisa perpustakaan yang dimulut orang-orang yang ditanya pasti mengakui pentingnya perpustakaan dan arsip tetapi pada kenyataannya diabaikan? Bagaimana bisa pustakawan dikangkangi begitu saja dengan mudahnya? Kesulitan yang dialami Jokowi saat mencari SDM dijajarannya yang mengerti perpustakaan sebagai contoh. Padahal walaupun sedikit tetapi ada lulusan jurusan ilmu perpustakaan di BPAD DKI sana. Ada juga pustakawan yang telah bekerja hingga puluhan tahun di sana. Tetapi terkesan mereka hidup segan mati tak mau. Gak bisa naik tetapi gak mau dilangkahi.

Seandainya saja ada pustakawan di BPAD khususnya yang mau menunjukkan kepeduliannya dan berani bernegosiasi dengan pimpinan tentu nasib BPAD sendiri tidak akan diremehkan seperti ini. Pustakawan jangan lagi memiliki sikap pasif, minder, dan oportunis. Kalau memang menganggap peran kita penting maka tunjukkanlah bahwa kita dapat melakukan hal-hal penting tersebut.

Dimana peran perpustakaan dan organisasi-organisasi pustakawan? Tertelan dalam egoisme sektoral kah? Tertimbun dibalik tumpukan buku dan arsip kah? Atau asyik dengan dirinya masing-masing… Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum kalau kaum itu tidak mau mencoba mengubah nasibnya sendiri. Yang terpenting saat ini adalah pustakawan bersama-sama bersatu dan maju bersama.

Undang-undang nomer 43 tahun 2007 tentang perpustakaan.

Boleh dikatakan undang-undang ini merupakan pedoman bagi pustakawan. Akan tetapi tidak sedikit pustakawan yang belum pernah membaca ini. Jadi jangan salahkan Jokowi apabila beliau juga tidak mengetahui adanya undang-undang ini. Bahkan ada oknum yang sengaja mencari dan membuat celah undang-undang ini untuk kepentingannya walaupun harus merendahkan profesinya dan kawan-kawannya, pustakawan.

Apabila mengacu kepada undang-undang  no 43 tahun 2007 pasal 30 dikatakan bahwa “Perpustakaan Nasional, perpustakaan umum Pemerintah, perpustakaan umum provinsi, perpustakaan umum kabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi dipimpin oleh pustakawan atau oleh tenaga ahli dalam bidang perpustakaan.” Pasal ini mengisyaratkan bahwa tidak boleh sembarangan orang menduduki jabatan kepala perpustakaan. Apalagi jabatan ini ternyata diduduki oleh orang-orang yang tidak kompeten dan demi kepentingan politis semata. Bukan rahasia lagi kalau posisi kepala perpustakaan daerah umumnya dijadikan tempat pembuangan atau pengasingan bagi pejabat yang dahulu mendukung lawan politik kepala daerah saat Pilkada. Atau posisi ini dapat pula dijadikan sebagai tempat untuk tim sukses yang mendapatkan sisa kedudukan dari kepala daerah karena posisi lainnya sudah ada yang lebih ahli dan lebih kapabel.

Apakah hal ini melanggar undang-undang? Jelas iya!! Tetapi ternyata kita (pustakawan) sendiri memberikan peluang yang membuat perpustakaan selalu menjadi tempat sampah. Dalam ketentuan umum, pasal 1 UU no 43 tahun 2007 disebutkan bahwa “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.” Kata “pelatihan” ini membuka peluang bagi “orang buangan” tersebut melenggang menjadi kepala perpustakaan. Mengapa? Karena ada institusi yang menyediakan pendidikan kepustakawanan dalam waktu 3 bulan untuk mendapatkan status sebagai pustakawan. Hal ini jelas tidak adil. Dimana ada orang-orang berlatar belakang pendidikan Ilmu perpustakaan yang belajar bertahun-tahun harus dipimpin oleh orang yang hanya mengikuti pelatihan kurang dari satu tahun. Memang kalau pustakawan berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan yang memimpin akan lebih baik? Memang belum jaminan, tetapi paling tidak kita berusaha mencegah dan menutup celah pelanggaran UU No 43 tahun 2007.

Lalu mengapa ada institusi yang menyediakan pelatihan tersebut? Awalnya pelatihan kepustakawanan diadakan karena kurangnya SDM berlatar belakang ilmu perpustakaan. Tentu tidak semua produk dari pelatihan kepustakawanan tersebut tidak berkualitas. Tetapi akan lebih bijaksana apabila mendahulukan orang-orang yang memang berlatar belakang ilmu perpustakaan untuk memegang posisi sepenting kepala perpustakaan dengan asumsi mereka lebih banyak mengetahui dan belajar mengenai dunia kepustakawanan dan arsip. Diperlukan penjabaran spesifik mengenai kriteria pustakawan dan peraturan baku yang menyatakan bahwa kepala perpustakaan harus memiliki keahlian dalam ilmu perpustakaan. Jalan lainnya adalah dengan segera mengadakan sertifikasi profesi pustakawan dan memastikan hanya pustakawan yang lulus sertifikasilah yang dapat mengisi jabatan kepala perpustakaan dan arsip daerah. Diperlukan kerjasama yang baik antara organisasi profesi pustakawan (IPI), Perpustakaan Nasional RI, lembaga penyelenggara pendidikan perpustakaan, dan organisasi/jaringan perpustakaan lainnya untuk menyelenggarakan dan mengawasi sertifikasi ini.

Saran dan Rekomendasi

Panasnya berita Anas Effendi memberi dampak positif dan negatif bagi dunia kepustakawanan. Dampak positifnya sekarang BPAD menjadi terkenal dan menjadi sorotan. Dampak negatifnya citra perpustakaan sebagai tempat buangan semakin melekat pada perpustakaan. Ada beberapa hal yang dapat kita (yang mengaku dirinya pustakawan dan/atau peduli dengan dunia perpustakaan dan arsip) lakukan:

1. Meminta audiensi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Yang perlu kita sadari adalah Jokowi yang seorang Gubernur DKI Jakarta dan penggemar musik rock itu jugalah seorang manusia. Ada nilai plus-minusnya. Perlu saran dan masukan. Keunggulan Jokowi adalah terbuka akan semua usul dan senang berdiskusi. Mungkin pustakawan (khususnya yang memilih Jokowi saat pemilu) sedikit kecewa. Pustakawan yang selama ini dianggap remeh masih merasa belum di-wong-kan padahal Jokowi dikenal dapat meng-wong kan rakyat. Masalah pengangkatan Kepala BPAD DKI dapat menjadi pemicu kita untuk meminta audiensi kepada Jokowi, mungkin Jokowi tidak tahu kalau disini ada PNRI, ISIPII, IP&I dan universitas-universitas yang menggelar program Ilmu Perpustakaan.

Paling tidak ada perwakilan yang mewakili pustakawan Indonesia untuk melakukan audiensi dengan Jokowi. Bukan sekedar gerakan penolakan tapi sekedar menolak, tanda tangan, lalu selesai. Setahu saya Jokowi orangnya terbuka terhadap kritik dan saran namun kita harus siap dengan segala jalan keluar atau rekomendasi permasalahan. Sekedar protes tanpa solusi hanya memperburuk citra pustakawan

2. Lelang Jabatan

Apabila perasalahannya pada SDM. Mengapa kita tidak coba mengusulkan lelang jabatan kepala BPAD DKI Jakarta? Bukankah wacana ini pernah digelontorkan untuk mengisi jabatan Lurah dan Camat. Dan apabila memungkinkan dibuatkan kontrak yang menyatakan bahwa setiap PNS di BPAD DKI rela dilangkahi secara kepangkatan oleh PNS lain yang lebih kompeten

3. Membuat program perpustakaan dan arsip yang selaras dan mendukung program Jokowi.

Jokowi memiliki 10 program yang telah diumumkan kepada masyarakat. Mengapa kita tidak membuat program perpustakaan dan arsip yang selaras dan mendukung suksesnya program-program Jokowi. Misalnya membuat program yang mendukung program “Jakarta Pintar” dan “Pemberantasan kampung kumuh” BPAD DKI Jakarta dapat membantu program-program tersebut dengan pemaksimalan teknologi informasi untuk melayani pelajar yang lebih akrab dengan dunia teknologi dan menyebarkan perpustakaan-perpustakaan atau taman bacaan di daerah kumuh yang sedang diperbaiki.

Pak Putu Laxman Pendit mengatakan bahwa semakin jelas bahwa musuh kita (perpustakaan) adalah birokrasi. Bagi saya, musuh kita jelas PEMBODOHAN DAN KESERAKAHAN. Dua hal ini yang membuat birokrasi terlihat menyebalkan.

Oleh:

Danang Dwijo

Daftar bacaan lanjutan:

Anas Dimutasi Jokowi untuk Urusi Perpus. (2013, February 14). Jawa Pos National Network. http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158441/Anas-Dimutasi-Jokowi-untuk-Urusi-Perpus-

Aziza, Kurnia Sari. (2013, February 15). Basuki: Sekda Usul Anas Paling Tepat Urus Perpustakaan. http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/15/16483331/Basuki.Sekda.Usul.Anas.Paling.Tepat.Urus.Perpustakaan

Kurniawan, Bahri. (2013, February 14). Tak Hadiri Pelantikan, Wali Kota Jakarta Selatan ‘Menghilang’. Tribunnews.com. http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/14/tak-hadiri-pelantikan-wali-kota-jakarta-selatan-menghilang

Warsono, Gembong. (2013, February 15). Personal interview

Manafe, Imanuel Nicholas. (2013, February 15). Ahok: Justru Pak Anas Lebih Pintar di Perpustakaan. Tribunnews.com. http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/15/ahok-justru-pak-anas-lebih-pintar-di-perpustakaan

Puti, Tri Artining. (2013, February 15). Anas Effendi Tanyakan Salahnya Ke Ahok. Tempo.co. http://www.tempo.co/read/news/2013/02/15/231461574/Anas-Effendi-Tanyakan-Salahnya-Ke-Ahok

Undang-undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan

Seminar Open Access “The Future of Repositories and Scholarly Publishing”

Seminar Open Access dengan tema: The Future of Repositories and Scholarly Publishing

Open access movement adalah sebuah gerakan internasional yang bertujuan untuk memastikan bahwa hasil penelitian ilmiah yang dibiayai dengan dana publik, dapat diakses ke seluruh dunia melalui Internet, tanpa hambatan atau larangan.

Gerakan Open Access makin berkembang dengan munculnya Penerbit Open Access. Yang menarik, berbagai komunitas pendidikan tinggi, terutama universitas besar dan terkenal di dunia memberikan respon yang bagus dengan menerapkan Open Access Mandates, yang mewajibkan penulis yang berafiliasi dengan mereka untuk menerbitkan karya mereka hanya di Penerbit Open Access, bukan di penerbit komersial, sehingga meningkatkan akses dan kutipan terhadap karya tersebut.

Namun di tengah-tengah semua perkembangan yang menggembirakan di bidang Open Access dan Penerbitan Ilmiah ini, beberapa pihak juga telah menyuarakan keprihatinan bahwa suatu perubahan yang tiba-tiba & radikal dalam infrastruktur penerbitan ilmiah akan merugikan masyarakat pendidikan tinggi itu sendiri.

Pustakawan dan akademisi di lembaga pendidikan tinggi perlu mengerti dan mengikuti perkembangan terbaru terkait isu-isu tersebut. Mereka perlu terus diperbarui dengan wacana dan praktik dari Open Access, Repositori, dan Penerbitan Ilmiah, serta bagaimana isu-isu ini akan mempengaruhi perpustakaan akademik dan bagaimana mereka melayani kebutuhan informasi masyarakat pengguna perpustakaan.

Sehubungan dengan itu, Perpustakaan UI bekerjasama dengan Goethe Institute dan FPPTI menyelenggarakan Seminar Nasional “Open Access:
The Future of Repositories and Scholarly Publishing” pada:

  • Hari, tanggal : Jumat, 01 Februari 2013
  • Waktu : 09.00 — 13.00 WIB
  • Tempat : Ruang Apung Perpustakaan UI Depok

Adapun narasumber dalam seminar tersebut adalah:

  1. Urs Schoepflin, Director of Research Library Max Planck Institute for the History of Science (Berlin, Germany)
  2. Ir. Agus Setiadi Tamtanus, M.Sc (Asisten Deputi Menteri Negara RISTEK)
  3. Prof. Drs. Agus Subekti, M.Sc., Ph.D (Direktur Direktorat P2M Ditjen Dikti)

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir dalam seminar tersebut, dan
silakan mengajak akademisi/dosen di Perguruan Tinggi masing-masing.
Tidak dikenakan biaya apapun. Untuk informasi acara dan pendaftaran,
Bapak/Ibu silakan mengirim email ke pro.lib@ui.ac.id atau tantina_sri@yahoo.com atau sms/telp. 081210488441 (Sri Tantina).

Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

Kepala Perpustakaan UI

Dra. Luki Wijayanti, SIP.,M.Si

Regards,

Clara (Kalarensi Naibaho)
http://staff.blog.ui.ac.id/clara
http://claranaibaho.multiply.com
FB: clara naibaho
Tw: @naibahoclara
Sumber: MILIS

Vacancy as The Knowledge Management Technical Specialist/Librarian

A join program from government to government which goal is increase the rate of poverty reduction in Indonesia and reduce the impact of shocks and stresses on the poor and vulnerable, is now currently in high need to recruit  a  highly motivated professional  to take the challenge in the capacity as:

The Knowledge Management Technical Specialist/Librarian

Preferred Qualifications :
1. S1 degree or equivalent in Librarianship.
2. At least 10 years’ recent experience as a Librarian in higher education,
research organization, large corporation or large NGO.
3. Experience in establishing and maintaining electronic filing and document storage.
4. Experience in policy research environment
5. Librarianship which experience in a research environment, Literature search
6. Electronic Information management
7. Familiarity with Intranet use and capability, Staff training
8. Familiarity with website design and maintenance
9. High level of proficiency in Word, Excel, PowerPoint and web browsers.
10. Dedication to work in teams. Able to work very effectively with a range of government agencies, development partners (including donors, multilateral agencies and non-government agencies). A strong record of working across organizational boundaries is required.

Interpersonal Skills :
Proven record of strong client relations, with ability to work in sensitive situations, challenging policy environments, and within GoI institutions/ministries; demonstrated strong interpersonal skills. He/she should have a proven record of in providing prompt and quality response to client requests. He/she should be able to effectively communicate internally and externally, share information with colleagues, clients, and management. Excellent presentational and writing skills are required.

He/She will be responsible to :
1. To establish and maintain a hard copy library of relevant materials and books, government reports and publications, including all resources and
presentation materials prepared by organization.
2. Establish an electronic information service for organization, focusing initially on library resources but expanded to include relevant data sets and information generated by organization, utilizing STA if required.
3. Network with other research institutions and information sources both
internationally and nationally.
4. Support users to access information.
5. Devise strategies and incentives for Working Groups to upload information
regularly.
6. Liaise with IT and Communications staff of organization to ensure a comprehensive and well linked system of information storage and access.
7. Support technical researchers to locate relevant sources of information and to meet the information needs of senior officers and Working Group members.
8. Assist Technical researchers to conduct literature searches, monitor key issues and provide regular briefings to senior officers of all Working group members.
9. Other duties as required.

The appointed candidates will be offered an attractive compensation package and 2 years Full time Position with review after 6months. To apply, please EMAIL your resume to:
deborah.tobing@peak-executive.com

Dari: Deborah Oktavia
Tanggal: 23 Mei 2012 11:24

American Embassy Jakarta Need Librarian

EMPLOYMENT OPPORTUNITY
The U.S. Embassy in Jakarta has a vacancy for Librarian (FSN-47/2012), FSN-7* (Rp. 91,768,705 – p.a. full performance starting salary) in the Library of Congress (LOC).

Librarian

Under the general supervision of the Team Leader of the ABA (Acquisitions and Bibliographic Access) Section, incumbent serves as the initial acquisitions receiver and cataloger Indonesian and provides some assistance for other ASEAN acquisitions. The incumbent also assists in the recommending process for all materials received by the office.

QUALIFICATIONS REQUIRED
All applicants must address each selection criterion detailed below with specific and comprehensive information supporting each item.

  1. Bachelor’s degree in Library Science from an ALA (American Libraries Association) accredited American college or university program or university with a comparable curriculum is required.
  2. A minimum of two years experience at a full performance level in an acquisition and/or cataloging department of a library is required.
  3. Level 3 (Good Working Knowledge) speaking/reading/writing in English and Level 4 (Fluent) speaking/reading/writing in Bahasa Indonesia are required. Language proficiency will be tested.
  4. Must have special knowledge of the structure of the government, politics, environment conditions, economic, democracy, religion (inter-religion), learned institutions and universities in countries covered by the program. Must have an expert knowledge of publishing and good knowledge of e-access to information for Indonesia. Must have knowledge of computer applications for acquisitions searching and input operations. Some accounting background is required.
  5. Mid level of personal and interpersonal contacts, independent judgment. Ability to communicate both orally and in writing. Fluent in computer inputting, use of accounting spreadsheets and proven cataloging abilities. Proven inter-cultural skills in working in a multinational workplace.

 

CLOSING DATE FOR THIS POSITION:  May 23, 2012
The U.S. Mission in Indonesia provides equal opportunity and fair and equitable treatment in employment to all people without regard to race, color, religion, sex, national origin, age, disability, political affiliation, marital status, or sexual orientation.
Sumber: http://id.jobsdb.com/ID/EN/Search/JobAdSingleDetail?jobsIdList=200003000383007

Career Opportunity: Information Resources Center Director

Position Title & Grade: Information Resources Center Director, FSN-9*; FP-5*
Closing Date: February 29, 2012

ANNOUNCEMENT NUMBER: FSN-13/2012
OPEN TO All Interested Canditates
POSITION Information Resources Center Director, FSN-9*; FP-5*
OPENING DATE February 16, 2012
CLOSING DATE February 29, 2012
WORK HOURS Full-time; 40 hours/week
SALARY *Not-ordinarily Resident
(Position Grade: FSN-9* or FP-5* NOR)
*Ordinarily Resident: Rp. 136,615,067 – p.a. (Full performance starting salary)

ALL ORDINARILY RESIDENT (OR) APPLICANTS (See Appendix A) MUST HAVE THE REQUIRED WORK AND/OR RESIDENCY PERMITS TO BE ELIGIBLE FOR CONSIDERATION.

The U.S. Consulate General in Surabaya is seeking individual for the position of Information Resources Center (IRC) Director for the Public Affairs Section.

BASIC FUNCTION OF POSITION
Director of the Information Resource Center (IRC) provides research for Consulate activities under the direct supervision of the Public Affairs Officer and in coordination with IRC Jakarta. She/he provides research, collection development, outreach and promotion of Consulate activities, IRC Jakarta goals, and Public Affairs Section (PAS) Programs as well as general IRC products and services to target audiences and consulate staff. Works closely with PAS staff and other agencies within the wider Consulate community to identify and meet their information needs. Develops and maintains key contacts to support and promote community libraries and support PAS outreach activities. Provides support to the American Corner network under the leadership of IRC Jakarta as well as community libraries with outreach products and training on how to use the products, and selected programs. Develops and maintains ongoing direct personal contact with high-level target audiences (government officials, journalists, academics, and NGOs etc). Manages and develops outreach programs and the IRC collection (print and electronic). Advises supervisor on methods to advance MSRP goals in coordination with IRC Jakarta through the development of effective outreach programs, services, and information products.

QUALIFICATIONS REQUIRED
All applicants must address each selection criterion detailed below with specific and comprehensive information supporting each item.

1. A Bachelor’s degree in one of the following areas of study: American Studies, Library Science, Public Relations, Political Science, International Affairs, English, Education, or Communications.
2. At least two years of progressively responsible experience in a field related to public affairs, communications, library science, education, public service, NGO work, or community outreach. Experience in use of emerging technologies including e-learning, Web 2.0, electronic and social media. Evidence of planning, organizational and problem-solving skills; evidence of initiative and creativity.
3. Level 4 (Fluent) speaking/reading/writing in English and level 4 (Fluent) speaking/reading/writing in Bahasa Indonesia are required. Language proficiency will be tested.
4. Knowledge of typical Public Affairs Section partner institutions such as universities, educational institutions, and Binational Centers in district. Knowledge of Indonesian information use habits and trends. Knowledge of the Internet and design software applications as well as word processing and graphics. Knowledge of the United States, its society, culture, and government. In-depth knowledge of host country foreign affairs, government, society, education, and legislative priorities.
5. Excellent service orientation, interpersonal, and cross cultural skills. Ability to carry out reference searches and respond rapidly to complex requests, sometimes for breaking news. Ability to maintain a tight production schedule. Ability to work effectively with U.S. and foreign national staff; to independently plan, organize, and carry out assigned responsibilities using appropriate print and electronic information resources. Ability to initiate and maintain contact with both U.S. and Indonesian audiences using excellent written and oral communication skills. Ability to use computer and Internet applications and tools to create outreach products. Ability to prioritize work schedule on a daily as well as yearly basis. Must be able to work independently.

SELECTION PROCESS
When fully qualified, U.S. Citizen Eligible Family Members (USEFMs) and U.S. Veterans are given preference. Therefore, it is essential that the candidate specifically address the required qualifications above in the application.

ADDITIONAL SELECTION CRITERIA
1. Management will consider nepotism/conflict of interest, budget, and residency status in determining successful candidacy.
2. Current employees serving a probationary period are not eligible to apply.
3. Current Ordinarily Resident employees with an Overall Summary Rating of Needs Improvement or Unsatisfactory on their most recent Employee Performance Report are not eligible to apply.
4. Currently employed U.S. Citizen EFMs who hold a Family Member Appointment (FMA) are ineligible to apply for advertised positions within the first 90 calendar days of their employment.
5. Currently employed NORs hired under a Personal Services Agreement (PSA) are ineligible to apply for advertised positions within the first 90 calendar days of their employment unless currently hired into a position with a When Actually Employed (WAE) work schedule.
6. The candidate must be able to obtain and hold an FSN security clearance.

TO APPLY
Interested candidates for this position must submit the following for consideration of the application:
1. Universal Application for Employment as a Locally Employed Staff or Family Member (DS-174); or
2. A current resume or curriculum vitae that provides the same information found on the UAE (see Appendix B); or
3. A combination of both; i.e. Sections 1 -24 of the UAE along with a listing of the applicant’s work experience attached as a separate sheet; plus
4. Candidates who claim U.S. Veterans preference must provide a copy of their Form DD-214 with their application. Candidates who claim conditional U.S. Veterans preference must submit documentation confirming eligibility for a conditional preference in hiring with their application.
5. Any other documentation (e.g., essays, certificates, awards) that addresses the qualification requirements of the position as listed above.

SUBMIT APPLICATION TO
Human Resources Office
Attention: Human Resources Officer
U.S. Embassy, Jl. Medan Merdeka Selatan #5 Jakarta 10110

POINT OF CONTACT
Dian Purnamasari
Telephone: 021 3435 9135

Wulan Simangunsong
Telephone: 021 3435 9266

FAX: 021 3483 2510
Email: JakartaHRO@state.gov

CLOSING DATE FOR THIS POSITION: February 29, 2012

Sumber dan informasi lebih lanjut: http://jakarta.usembassy.gov/open_vacancies/fsn-13_2012.html

IPH SCHOOLS Looking For Librarian

IPH SCHOOLS IMMEDIATE HIRING
* PLAY GROUP
* MIDDLE SCHOOL
* KINDERGARTEN
* HIGH SCHOOL
* ELEMENTARY
* CAMBRIDGE

CAMPUS
EAST : Raya Kedung Baruk 112-114 Surabaya
WEST : Raya Darmo Permai III Plaza Segi 8 Surabaya

A Christian School in Surabaya-Indonesia emphasizing on Biblical Christian Value is looking for talented and capable candidates for the coming 2012-2013 academic year to fill the following positions :
LIBRARIAN – SURABAYA

QUALIFICATIONS :
Born Again Christian
Computer Literate is a must
Have 2 years experience in the same field
Great leadership skills
Bachelor or Master Graduates with GPA minimum 3.00
Excellent communication and interpersonal skills, Fluency in speaking and writing in English

Please send your resume and CV to:
IPH SCHOOLS HRD
Jl. Raya Kedung Baruk 112 – 114 Surabaya
Or e-mail to : hrd@iphschools.com

Please write down the position you applied on the left side of the envelope or the subject of the email you send
*Information From JobsDB

Career Opportunity untuk Lulusan Ilmu Perpustakaan

Advocate & Legal Consultant
Komplek Majapahit Permai Blok B 122 – 123
Jakarta Pusat

Immediately Required

O.C. Kaligis & Associates Law Office Invites applications for Law
Library staff position.

* Diploma, Bachelor’s Degree in Library Science (fresh graduates are welcome);
* Independent and team-player attitude;
* Strong public service orientation;
* Excellent communication skills;
* Good verbal and written English as well as Bahasa Indonesia skills.
* Ability to work effectively ;
* Familiarity with a variety of technologies (internet, intranet,
database program, etc.)
* Processing library collections like indexing, cataloguing,
abstracting
* Experience in creating and developing database and networking
* Knowledgeable and have experience in using online law research
databases

Interested applicants should send a complete CV and photograph by
email to Kristianto_2009 at yahoo dot com, Please send your
application no later than 25 Februari 2012
*Information from MILIS

Seminar Kompetensi Pustakawan dan Kurikulum Prodi Perpustakaan

Event Info:

Universitas Indonesia bekerja sama dengan Goethe-Institut Jakarta, Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII), dan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri seminar dengan tema “Kompetensi Pustakawan Perguruan Tinggi
dan Kurikulum Program Studi Ilmu Perpustakaan” dengan nara sumber Prof. Dr.Ursula Georgy (Cologne University of Applied Sciences, Jerman), Dr. Nor Edzan binti Che Nasir (Universiti Malaya) dan Dr. Laksmi/Dr. Zulfikar Zen (Universitas Indonesia). Pada kesempatan tersebut juga akan diperkenalkan konsep Gedung Baru Perpustakaan UI, serta diadakan diskusi buku karya para pustakawan Indonesia khususnya komunitas blog Yogyakarta berjudul “The Keyword: perpustakaan di mata masyarakat” Peserta yang diharapkan hadir pada acara ini adalah pustakawan/pengelola perpustakaan perguruan tinggi dan pengelola program studi ilmu perpustakaan. Sebagai pengganti konsumsi dan sertifikat, peserta dikenakan biaya sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah). Biaya tersebut ditransfer ke rekening FPPTI nomor 001.9735809 BNI Cabang Gambir a.n. Nia Gusniawati, atau dibayarkan pada saat mengikuti seminar.

Kegiatan akan diselenggarakan:
Hari, tanggal: Selasa, 28 Juni 2011
Waktu: Pukul 09.00 – 16.00 bbwi
Tempat: Gedung Baru Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok

Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif Bapak/Ibu/Saudara untuk meningkatkan kompetensi pustakawan perguruan tinggi sebagai mitra sivitas akademika dalam proses belajar, mengajar dan meneliti.Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara, kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat kami,

Luki Wijayanti Harkrisyati Kamil Christel Mahnke
Kepala PerpustakaanUI, Ketua ISIPIIKepala Perpustakaan & Pusat
Ketua FPPTI Informasi Goethe-Institut Jakarta

Untuk konfirmasi dan informasi lebih lanjut hubungi:
Sri Lestari (Tari) dan Kalarensi Naibaho (Clara): HP. 0813 9887 6046, 0818 0801
9050
Perpustakaan Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok 16424
Telp: 021-7270751, 7864134, 7270159 Fax: 021-7863469 Email: library@ui.ac.id

Ade Farida: HP 081310991010 dan Lira: HP. 0817118190 Email:
info.isipii@gmail.com

SUSUNAN ACARA
Waktu Acara Peserta Tempat
09.00 – 09.30 Pendaftaran peserta (sekaligus coffee morning) Seluruh peserta
Ruang Seminar Terapung
09.30 – 09.45 Pembukaan
09.45 – 11.15 Presentasi para nara sumber dengan moderator Fuad Gani, MA
11.15 – 12.00 Diskusi
12.00 – 12.30 Presentasi Vendor
12.30 – 13.30 Ishoma
13.30 – 14.30 Library Tour
14.30 – 16.00 Core curriculum for library school Pengelola Program Studi
Ilmu Perpustakaan Executive LoungeLantai 1
14.30 – 16.00 Diskusi buku ‘The Keyword: perpustakaan di mata masyarakat’
Pustakawan Ruang Seminar Terapung

*) Undangan dapat diunduh dari lemari ics.
Regards,
Clara (Kalarensi Naibaho)
Sumber: Milis