Arsip Tag: Promosi Perpustakaan

Free Library Seminar “Gaming in the Library”

Sudah beberapa kali saya mem-posting mengenai game yang berkaitan dengan perpustakaan. Diantaranya Belajar DDC dengan Game Online Perpustakaan, Seru!! dan Belajar DDC dengan Game Online Perpustakaan, Seru!! #2. Akhirnya ada juga acara yang membahas mengenai gamming in the library.

Cara ini dapat dijadikan senjata pamungkas oleh perpustakaan dalam menarik pemustaka remaja dan anak-anak. Apabila Anda berminat mengetahui lebih lanjut mengenai gamming in the library, monggo ini ada acara yang pas karena Information Resource Center (IRC) of Public Affairs Section of the U.S. Embassy in Jakarta bekerja sama dengan Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI akan mengadakan seminar perpustakaan GRATISS mengenai “Gaming in the Library”

Day/Date:
Wednesday/ June 19, 2013

Time:
02.00 p.m. – 03.30 p.m. (14.00 – 15.00 wib)

Venue:
Auditorium gedung 1, FIB, Universitas Indonesia

Speaker:
Kelly Czarnecki, Teen Services Librarian at Public Library of Charlotte and Mecklenburg County, North Carolina.

Topic:
Make Your Library Alive with Games Activities: Learning about games and education value, getting ideas on offering games programs and hosting video game tournament,

Bagi yang tidak dapat hadir pada tanggal 19 Juni 2013 dapat hadir di acara yang sama namun waktu dan tempat yang berbeda yaitu di @america pada:

Day/Date:
Friday June 21, 2013

Time:
10.30 AM – 12.00 AM

Venue:
@america, Pacific Place Mall, lt. 3.Jakarta Selatan.

http://www.atamerica.or.id/events/1069/Gaming-at-Your-Library
http://www.atamerica.or.id/events/1069/Gaming-at-Your-Library

In the program the speaker will talk about:

– Programming with board and video games
Participants will get ideas on how to offer programs in the library using video and board games.

– Reader’s advisory and games
Participants will learn how to conduct reader’s advisory based on a patron’s favorite game.

– Running a tournament
Participants will go through the steps of how to host a video game tournament at their library

– Benefits of gaming
Participants will learn the benefits of offering gaming at the library including the developmental assets they build as well as the educational value.

Registrasi dilakukan langsung pada tempat acara, Terbuka Umum, dan Gratisssss…………..

Sumber informasi: http://www.atamerica.or.id/events/1069/Gaming-at-Your-Library

Belajar DDC dengan Game Online Perpustakaan, Seru!! #2

Hai Sob!!

Apa kalian suka bermain video game atau online game?

Bermain video game bukan hanya monopoli anak-anak dan remaja saja lho. Orang dewasa juga sangat suka bermain game. Buktinya, banyak anggota dewan yang terhormat bermain video game saat rapat/sidang, ya nggak?

Perkembangan video game dan online game semakin marak setelah bermunculan banyak jenis gadget pada zaman sekarang ini. Baru-baru ini, Angry Bird dan Zombie vs Plant merupakan video game yang sedang nge-trend. Bahkan banyak orang yang membeli gadget-gadget canggih yang ternyata mayoritas penggunaannya hanya untuk bermain game dan mendengarkan musik.

Sebuah video game yang baik bukan hanya sekedar memberikan kesenangan atau hiburan saja tetapi harus juga memberikan edukasi di dalam permainannya. Setelah sebelumnya kita telah membahas mengenai game “Order in the Library” dalam artikel Belajar DDC dengan Game Online Perpustakaan, Seru!! kini kita akan membahas game “Doin’ Dewey With Mr. B”. Mr. B sendiri merupakan inisial dari Mr. Breitsprecher. Game ini dapat kita temukan di http://breitlinks.com/deweychallenge/.

doin dewey game

 

 

Yang menarik dalam halaman awal game ini, kita bukan saja diberikan sedikit penjelasan mengenai permainannya tetapi juga diberikan informasi mengenai pengorganisasian informasi di perpustakaan. Kita perlu mengorganisasi informasi agar mudah ditemukan saat kita membutuhkannya. Salah satu caranya adalah dengan mengklasifikasikannya berdasarkan DDC. Informasi lainnya adalah mengenai profil Melvil Dewey dan penjelasan ringan 10 kelas umum dalam DDC.

doin dewey2

Game ini menjadikan kegiatan pemberian nomor kelas berdasarkan Dewey Decimal Classification (DDC) sebagai sebuah tantangan. Pemain akan diberikan sebuah buku dengan 3 pilihan jawaban. Tugas pemain adalah memberikan nomer kelas DDC yang tepat dari 3 pilihan jawaban yag diberikan. Judul buku dan deskripsinya dapat menjadi clue utama untuk menyelesaikan permainan ini, selain itu diberikan juga nama pengarang dan cover buku yang dijadikan soal. Pemain harus menyelesaikan 25 pertanyaan dengan benar untuk memenangkan permainan ini. So, Are you ready to be a master Dewey Decimal?

doin dewey3

 

Sumber Referensi:

Breitsprecher, William P. (-). Mr. Breitsprecher’s Dewey Challenge. Sebuah online game yang dapat diakses di http://breitlinks.com/deweychallenge/. Breitlinks: Washington

Breitsprecher, William P. (2007). “Doin’ Dewey: How would you organize a library?“,  Breitlinks: washington. dapat diakses di http://www.slideshare.net/bogeybear/doing-dewey-getting-started

Belajar DDC dengan Game Online Perpustakaan, Seru!!

Game ini bernama “Order in the Library” pertama kali saya lihat game ini di Blog http://www.nitrostreets.blogspot.com milik kawan saya Andika dari Univ Yarsi.
Game ini sangat menarik Mas Bro, kita bisa bermain sambil belajar sorting, shelving. reordering. Secara gak langsung kita juga belajar memahami struktur Dewey Decimal Classification (DDC) yang biasa digunakan untuk pengklasifikasian dalam perpustakaan.
Permainan ini sangat sederhana dengan menggunakan call number sebagai permasalahannya (DDC untuk textbook dan alfabet untuk novel/fiksi). Kita cukup mengklik dan geser (Click and drag) buku ke posisi yang tepat di dalam rak.  It’s absolutely fabulous game for me.
Selain bisa untuk mengedukasi pemustaka, alat ini biasanya saya pakai untuk mengedukasi anak magang di perpustakaan. Mereka pasti semangat karena tugas pertama mereka internship adalah main game sampe tamat dan paham. Sambil beberapa kali diberi tugas “beneran” untuk shelving dan mencarikan buku untuk pemustaka (sambil diawasi hasilnya). Sejauh ini berjalan lancar, siswa magang yang notabene merupakan digital native terlihat lancar tanpa harus dikuliahin. Lha wong masih SMA /SMK masa mau dikuliahin Ilmu Perpustakaan.
Bagaimana status game ini, Apakah bebas digunakan secara gratis atau game berbayar? Sebelumnya sudah pernah googling untuk cari info mengenai game ini agar tidak terbentur copyright. Sepertinya statusnya gratis dan akan fine-fine aja. But if this game not a freeware, please notice me.
Silahkan mainkan game di

Game Order In The Library

Game ini merupakan kreasi Team Vapor Ware
Bryan Lee
Mark Liu
Rick Martin
Will Natale
Ryan Westenhover
CEO: Vicki Almstrum
VP: Glenn Evans
Mentors: Gary Cobb, Quoc Tran
Previous Teams:
Team Masters of the Universe: Richard Crippen, Mike Foster, Kevin Hong, Charles Johnson, Widy Kencono, Dossym Nurmukhanov
Team Querty: Edgar Ho, Shalid Malik, Vu Nguyen, Mark Rogoyski, George Winn
Team PentabiT Software: Kunal Chawla, Steven Fuller, Ashvatth Lakshmanan, Wense Naywoar, Aakash Parekh

Bibliografi:
http://nitrostreets.blogspot.com/2012/10/game-perpustakaan_7.html

http://web.archive.org/web/20070127034103/http://www.cs.utexas.edu/users/s2s/utopia/library4/src/library4.swf
http://www.proteacher.net/discussions/showthread.php?t=397307

http://monarchlibrary.wikispaces.com/file/view/library4.swf

http://tulrich.com/textweb.pl?path=geekstuff/gameswf.txt

Perpustakaan Anda sepi? Ingin Ramai? Ya DIBAKAR Saja..

Perpustakaan yang sekarang Saya kelola ini belum banyak pengunjungnya…. Bagaimana cara / program apa yg bisa menarik banyak pengunjung?
Mohon saranya terimakasih – Diambil dari sebuah forum
———————————————————————–
Sebuah Cangkeman (Dialog Ngawur) antara admin dan Kolordwijo:

Jadi Perpustakaan Anda tidak ada Pemustaka/Pengguna Perpustakaannya?
Kolordwijo “Rasain…”
Setiap hari Sepi? Angker?
Kolordwijo “Hiii…. Serem… ada sodako duduk dimeja bertuliskan PUSTAKAWAN”
Mau Perpustakaan Anda ramai?
Kolordwijo “Piye carane Mas Bro?”

Tips Murah meriahnya: Ya Dibakar Saja biar banyak yang mengunjungi. langsung deh rame, ada blamwir, ada pengunjung yg mau wisata musibah, ada media yang ngeliput. wis pokoke rame. makin besar apinya makin ramai…

Kolordwijo “GILA LO NDRO? KEBAKARAN ITU MAH…”
Ya terkadang kita harus melakukan hal gila untuk dapat hasil yang maksimal. Eits tapi jangan salah sangka dlu Jo, “Dibakar” yang saya maksud yaitu dengan menggunakan terminologi “Kebakaran”.
Kolordwijo “Sotoy mode on ente Mas Bro, apa pulak itu terminologi. awak taunya terminal Pulo Gadung cok”
Kebakaran menjadi hal yang menarik buat masyarakat. Setiap ada kebakaran pasti jadi rame. Salah satu hal yang membuat ramai karena “kebakaran itu jarang terjadi”. Ini momen UNIK Jo. Karena Keunikan inilah, banyak masyarakat justru malah “wisata musibah”.
Kolordwijo “Iya ya, cuma dikampung ane aja yang ada wisata musibah. Musibah kok ditontonin bukannya ditolongin. Asus tenan… (merek laptop)”
Jadi kalau mau perpustakaannya Ramai harus ada Keunikan yang dimiliki perpustakaan tersebut. Misalnya apa coba Jo?
Kolordwijo menjawab “pustakawannya unik kaya sinetron cecep yang diperankan anjasmara dulu pak guru *pake gaya unyu anak sekolahan..
Hush ngawur koe Jo, itu sih cacad namanya.
Kolordwijo “yaa terkadang cacad dan unik itu bias Mas Bro. Kalo orangnya jelek dibilang cacad, kalo cakep dibilang unik. Sama kayak kalo pendiem+ganteng dibilang Cool, kalo pendiem+jelek dibilang Kuper. Bias kan?”
Jangan curhat deh Jo…..
Misalnya: Koleksi Indigeneous/Gray Literature
Kolordwijo “Gay Literature? *mimisan”
Gray pacul…. Gray bukan Gay…. Maho Semprul
Kolordwijo “Owh… Gray Literature itu apa?”
Ah ente kelamaan menghuni Jurusan Ilmu Perpustakaan cuma ngeliatin dosen-dosen dan mahasiswi cantik aja sih Jo… Kurang lebihnya Gray Literature itu koleksi-koleksi yang yang tidak diterbitkan dan cuma kita yang punya, contohnya …
Kolordwijo “Koleksi foto alay dan foto bugil ane… Plus Tanda tangan, siapa mau?”
Hueeek…… Contohnya Koleksi Skripsi/Tugas Akhir di Universitas, Koleksi Naskah Kuno di Perpusda, dll.
Kolordwijo “Owh…. Jadi kalo ilang/rusak gak bisa/susah gantinya dong, kayak arsip aja ya…”
Tumben Bener, kurang lebih gitu deh. Ni sumber-sumber lainnya:
Gray literature merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut jenis-jenis koleksi yang tidak diterbitkan secara umum atau koleksi yang sangat mungkin tidak bisa kita temukan di toko-toko buku.– Aziz, Abdul Wahid

Gray Literature merupakan literatur penting tetapi tidak dipublikasikan scr resmi (semi publikasi) dan tidak dikomersilkan, shg dokumen ini sukar didapatkan secara bebas (prosiding seminar, laporan penelitian, skripsi, disertasi, theses, naskah kerjasama, makalah pertemuan, brosur/leaflet) – Nurjanah, Yuni

Kalau punya Gray literatur, kita punya nilai Plus untuk bisa menjalin kerjasama/ membentuk Jaringan Perpustakaan.
Kolordwijo “Ho’oh, kalau perpustakaanku duwe koleksi porno paling lengkap pasti akeh pustakawan sing podo gelem kerjasama”
Pustakawan mesum koe Jo…. Pokoke harus punya keunikan. Ayo coba cari dimana keunikan perpustakaan kamu?

Kolordwijo “Lha terus Blamwir karo Media Massa sing ngeliput itu apa hubungannya Mas Bro?”
Blamwir itu kan meriah. Kalo dijalan berisik ngiung…ngiung…ngiung… gitu tho Jo? Jadi kita tu harus bikin perpustakaan semeriah mungkin.
Kolordwijo “Pake lampu disko Mas Bro. eeee… Bumi Gonjang-Ganjing, Langit Kelap-Kelip, Musik Jedag-Jedug. Ajeb.. Ajeb… Ajeb.. Ajeb….”
-_-” Ya Nggak Perlu Jo. Bisa pake Warna cat yang meriah. Kayak MBRC-UI tempat aku partime dulu waktu masih kuliah.
Kolordwijo “Waktu jadi anak buahe Pak Purwono sing Jago Penelusuran Informasi kui?”
Ho’oh… Perpustakaan MBRC-UI warnanya meriah. Merah, Oranye, Kuning… Wah pokoknya bikin semangat pemustakanya.
Kolordwijo “Kok jadi kayak TK ya…”
Kolordwijo “Lha Media Massa sing ngeliput kae kanggo opo?”
Media Massa itu kita ibaratkan promosi Jo. Jadi harus Sounding. Biar orang-orang pada tahu ada apa aja di perpustakaan kita. Tidak perlu mahal-mahal masuk tv yang penting promosinya konsisten. Bisa lewat sosial media (FaceBook, Twitter, dll.), Email, Brosur, Poster, Pameran, Dll.
Kolordwijo “Pasang Spanduk gede saingan sama PEMILU PILKADAL JAGO GOMBAL wae..”
Kolordwijo “Jangan Pilih saya, Karena saya Pustakawan bukan calon Gubernur. Hehehehe… ”
Kolordwijo “kalo gitu Mas Bro, sekalian aja perpustakaannya iklanin di tv, kasih fasilitas kolem renang, mini theater, koleksi braile, SPA, Lapangan futsal, Kegiatan dongeng anak, WiMax, cafe, fitness center, bagi-bagi sembako gratis, jadi tempat resepsi, sunatan masal, dll”
Bisa aja. Emang ada budget-nya?
Kolordwijo “Ora ene budget Mas Bro, wong perpustakaane kere, piye?”
Ya sebelum “membakar” perpustakaan kita harus punya rencana dulu Jo.
Dilihat kondisi perpustakaannya (visi, misi, koleksi, dana, dll.). Lalu kira-kira perpustakaannya mau dijadikan seperti apa? memposisikan diri sebagai perpustakaan yang seperti apa?
Kolordwijo “Positioning gitu ya Mas Bro?”
Kolordwijo “Lho kok penjelasan Mas Bro mirip teori PDB ya? Positioning, Differentiation, Branding”

Lha emang saya comot dari teori itu kok Jo:
Sebelum “membakar” perpustakaan bikin rencana biar tidak salah bakar = Positioning
Mencari keunikan perpustakaan = Differentiation
Blamwir + Media Massa = Branding

Kolordwijo “Wah kenapa ora njelasin PDB sekalian aja Mas Bro?”
Wah, Kalau itu pembaca-pembaca disini sudah lebih pinter Jo..
Kolordwijo “Wah Mas Bro ini pasti perpustakaannya ramai banget ya..”
Enggak juga Jo. Lha wong belum praktek, Baru Teori..
Kolordwijo “Asem sampean Mas Bro, NATO!!!” “No Action Talk Only”
#Jleb……..
*Admin ngorek-korek tanah

Refrensi Cangkeman:
Aziz, Abdul Wahid. what is the meaning of gray literature?. http://celotehaziz.blogdetik.com/tag/gray-literature/
Nurjanah, Yuni. Dokumen Nontekstual, Tekstual, Gray Literature, dan Pengawasan Bibliografi. http://yuni-nurjanah.blog.undip.ac.id/files/2010/08/Dokumen-Nontekstual-Tekstual-Gray-Literature-dan-Pengawasan-Bibliografi.pdf
(Pak Rambat). Bahan Mata Kuliah Kewirausahaan FE-UI. Tidak diterbitkan. UI: 2009