Arsip Tag: Kiat-kiat

Arah Bahtera Kepustakawanan Indonesia

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
“Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS: Saba’ Ayat: 1)

Beberapa waktu yang lalu seorang rekan mengirimkan sebuah artikel yang berjudul “35 TAHUN IPI : 1973-2008” karya Guru kami Drs. Zulfikar Zen. Artikel ini disampaikan pada acara Musayawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia di Banjarmasin, pada 9 Oktober 2008. Menurut saya, artikel ini menarik untuk kita baca.

Dari artikel ini, kita dapat mengetahui sejarah dan kiprah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI, dibaca i-pe-i). IPI memang resmi berdiri pada tahun 1973, namun gagasan dibentuknya “persatuan ahli perpustakaan di Indonesia” sudah dimulai oleh A.G.W. Dunningham dan A. Patah pada tahun 1952-1953. Gagasan ini direspon dengan diadakannya pertemuan para pegawai perpustakaan di Jakarta sehingga lahirlah perkumpulan pustakawan yang pertama yaitu Asosiasi Perpustakaan Indonesia (API) pada 4 Juli 1953. API kemudian berkembang menjadi Perhimpunan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI) pada 27 Maret 1954 sebagai hasil dari Konferensi Perpustakaan Seluruh Indonesia. Kemudian, PAPSI diubah menjadi Perhimpunan Ahli Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (PAPADI) dalam Kongres I PAPSI tanggal 6 April 1956. 15 Juli 1962, PAPADI mengalami perubahan nama menjadi Asosiasi Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI). Selain APADI, ada juga Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia (HPCI) yang berdiri pada 5 Desember 1969. Kedua organisasi inilah (APADI dan HPCI) yang kemudian bersatu membentuk Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada tahun 1973.

IPI sudah menjadi satu-satunya organisasi resmi pustakawan Indonesia selama bertahun-tahun. Akan tetapi sejak era reformasi dimulai pada tanggal 21 Mei 1998, pola organisasi di Indonesia mengalami berbagai perubahan termasuk organisasi perpustakaan dan pustakawan di Indonesia. 12 Oktober 2000, Forum Perpustakaan perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dibentuk. Disusul pembentukan Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPKUI) pada 18 november 2000. Kemudian, ada Forum Perpustakaan Umum Indonesia (FPUI) yang dibentuk pada 4 Juni 2002 dan Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia (FPSI) pada 8 Agustus 2002. Pada periode 2006, Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) terbentuk, tepatnya pada 23 Maret 2006. Pembentukan organisasi-organisasi ini mendapatkan perhatian khusus dalam artikel yang disampaikan pada Musayawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia di Banjarmasin, pada 9 Oktober 2008.

Pada saat ini, ada sekitar 13 asosiasi perpustakaan dan pustakawan di Indonesia. Menurut Pak Zulfikar ini adalah konsekuensi logis setelah era reformasi dan semakin banyak jumlah pustakawan di Indonesia. Secara positif, hal ini dapat diartikan bahwa semakin banyaknya pustakawan yang mulai peduli dan akan ada darah segar juga energi baru untuk kemajuan kepustakawanan Indonesia. Di sisi lain, ada pula kekhawatiran akan terjadinya perpecahan dan munculnya kesenjangan dalam kualitas sumberdaya pengurus antara organisasi yang satu dengan yang lainnya.

Dalam artikel tersebut juga tidak disangkal bahwa IPI memiliki kekurangan-kekurangan dalam kiprahnya selama ini. Akan tetapi, hendaknya asosiasi lain yang lahir kemudian tidak menyangkal peran positif IPI selama ini. IPI ingin berperan sebagai perekat dan pemersatu antar pustakawan tanpa perbedaan status, latar belakang pendidikan, dan lembaganya.

SINERGI ANTAR ASOSIASI PUSTAKAWAN DAN PERPUSTAKAAN INDONESIA
Bangsa kita memiliki sebuah konsep kearifan lokal yang dikenal dengan gotong-royong. Sebagai pustakawan, kita pun menyadari bahwa tidak ada satu perpustakaan yang mampu mengakomodir semua kebutuhan pemustaka. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang pesat dan karakteristik generasi milenial atau net-generation yang berbeda dengan generasi sebelumnya, hendaknya pustakawan semakin sadar dengan besarnya tantangan kita hari ini.

Pustakawan tidak lagi memiliki waktu untuk saling mempermasalahkan antara kita. Zaman ini adalah zaman dimana sebuah perusahaan besar sekaliber Sony, Sharp, Toshiba, dan Sanyo dari Jepang mengalami kemerosotan padahal beberapa dekade lalu, Samsung adalah bahan lelucon harian mereka. Zaman dimana mungkin Nokia menyesali pengembangan OS Symbian dan mengacuhkan Android. Dari kasus Sony dan Nokia, kita dapat mempelajari pentingnya menjadi cepat dalam beradaptasi serta selalu berinovasi dan tidak meremehkan siapapun.

Menurut hemat saya, cara peleburan organisasi-organisasi menjadi satu seperti pada kasus APADI dan HPCI menjadi IPI beberapa dekade lalu berpotensi menghambat munculnya inovasi dan pergerakan kita sendiri. Yang kita butuhkan saat ini adalah sebuah sinergi. Sinergi perlu dilakukan oleh semua asosiasi pustakawan dan perpustakaan juga asosiasi lain yang bersentuhan dengan bidang ini.

Sinergi terlihat mudah untuk sekedar diucapkan namun kita sadar tidak akan semudah pada prakteknya. Tentu hal ini menuntut kita untuk merendahkan ego sektoral/mungkin ego pribadi dan terus secara konsisten berusaha mewujudkannya. Komunikasi yang rutin juga diperlukan untuk dapat terciptanya sebuah sinergi. Diharapkan asosiasi-asosiasi pustakawan dan perpustakaan mampu untuk duduk bersama dengan melakukan pertemuan secara rutin dengan demikian kesempatan untuk berkomunikasi dan bermusyawarah semakin terbuka.

Komunikasi dan musyawarah dapat mencegah kita untuk saling mencurigai dan membenci. Terlebih lagi apabila sampai ada penyampaian nasihat atau kritik dengan cara yang kurang tepat. Imam Syafi’i pun pernah berpesan
“Nasihati aku kala sunyi dan sendiri; jangan di kala ramai dan banyak saksi. Sebab nasihat di tengah khalayak terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak, maka maafkan jika aku berontak.” (Asy-Safi’i)
Allah juga telah memberikan petunjuk kepada kita untuk bermusyawarah. Salah satu contohnya terdapat pada Surat Ali ‘Imran ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
“Maka disebabkan rahmat Allahlah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tertentu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159)

Apa saja yang perlu dimusyawarahkan? Hal-hal yang perlu dimusyawarahkan tentunya perihal kepustakawanan di Indonesia, khususnya mengenai visi dan pola pergerakan yang akan dilakukan oleh masing-masing asosiasi pustakawan dan perpustakaan. Visi, misi, dan tujuan masing-masing asosiasi pustakawan dan perpustakaan perlu di-peta-kan. Hal ini akan membantu kita dalam memperjelas peran dan fungsi setiap asosiasi pustakawan dan perpustakaan. Hendaknya kita memahami mengenai apa, bagaimana, dan mengapa kita ini?

Asosiasi pustakawan dan perpustakaan tentu memiliki kekuatan, kelemahan, keuntungan, dan ancaman masing-masing. Kelemahan satu asosiasi dapat ditutupi dengan bantuan kekuatan asosiasi lainnya, begitu juga ancaman satu asosiasi dengan keuntungan asosiasi lainnya. Hal yang penting adalah untuk membentuk cita-cita bersama, menyepakati visi bersama. Visi ini kemudian perlu dituangkan dan dijabarkan lebih rinci kedalam kerangka program atau kegiatan yang saling bersinergi.

Memahami hakikat asosiasi dan diri, membentuk visi bersama, pemetaan pergerakan, dan bersinergi merupakan hal-hal yang dapat kita terus upayakan untuk menghadapi tantangan saat ini. Saya berharap, semua pihak dapat ikut berperan mendorong terciptanya sinergisme ini bahkan untuk “sekedar” sebuah partisipasi keanggotaan dalam asosiasi ataupun doa. Seperti kisah berikut ini:
‘Abdah bin Abi Lubabah berkata: “Aku bertemu dengan Mujahid. Lalu dia menjabat tanganku, seraya berkata:
“Jika dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu, lalu salah satunya mengambil tangan kawannya sambil tersenyum kepadanya, maka gugurlah dosa-dosa mereka sebagaimana gugurnya dedaunan…”
[Lihat Silsilah ash-Shahihah: 526, 2004, 2692]
‘Abdah melanjutkan: “Aku pun  berkata: “Ini adalah perkara yang mudah…”
Mujahid lantas menegur, seraya berkata:
“Janganlah engkau berkata demikian, karena Allah ta’ala berfirman;
لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِيْ الْأَرْضِ جَمِيْعًا مَا أَلَّفْت بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ
“Walaupun engkau membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di bumi niscaya engkau tidak dapat menyatukan hati mereka, akan tetapi Allah-lah yang telah mempersatukan hati mereka…” (QS Al-Anfal: 63)
Akhirnya ‘Abdah berkata: “Maka aku pun mengakui bahwa dia (Mujahid) memiliki pemahaman yang lebih dibandingkan aku…”
(Hilyatul Auliya’ :3/297, Silsilah as-Shahiihah: 2004)

Dari kisah ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa hanya Allah SWT yang mampu mempersatukan hati manusia. Dia-lah Maha Penguasa Hati yang mampu membolak-balikkan hati makhluk-Nya dan hanya kepada-Nya lah kita hendaknya memohon. -dwijo

 

Referensi:
__. 200?. “Musyawarah dalam Islam”.  http://kiteklik.blogspot.com/2010/08/musyawarah-dalam-islam.html#sthash.O7tjHxPB.dpuf (Diakses pada 5 Maret 2015)
Antariksa, Yodhia. 2012. “The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo” http://strategimanajemen.net/2012/09/03/the-death-of-samurai-robohnya-sony-panasonic-sharp-dan-sanyo/#sthash.8IzfFY6k.dpuf (Diakses pada 5 Maret 2015)
Asmara, Aldiles Delta. 2015. “Adab menasihati”. http://www.dakwatuna.com/2015/02/25/64561/adab-menasihati/#ixzz3TTrEimGT (Diakses pada 5 Maret 2015)
Femi, Albertus. 2013. “Kontradiksi Artikel The Death of Samurai: Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo”. http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/01/09/kontradiksi-artikel-the-death-of-samurai-robohnya-sony-panasonic-sharp-toshiba-dan-sanyo-517947.html (Diakses pada 5 Maret 2015)
Maarif, Ahmad Syafii. 2013. “Rontoknya perusahaan Jepang”. http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/13/05/10/mmkh36-rontoknya-perusahaan-jepang (Diakses pada 5 Maret 2015)
Sahabat ilmu. 2015. “Jabat tangan”. Sebuah kisah yang disebarkan melalui media sosial.
Zen, Zulfikar. 2008. “35 TAHUN IPI : 1973-2008”. Makalah  pada: Musayawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia KALIMANTAN SELATAN Banjarmasin, 9 Oktober 2008.

Lomba Regional Se-Jawa Penulisan Artikel Perpustakaan

Penulisan Artikel Perpustakaan
Lomba ini ditujukan kepada:
Pustakawan, mahasiswa dan masyarakat umum dalam rangka Ulang Tahun
Perpustakaan UGM yang ke 59 tanggal 1 Maret 2010.

TEMA LOMBA
TEMA PENULISAN: Menghadirkan Perpustakaan untuk Generasi Millenial
(Presenting a Library for Millenial Generation)

TOPIK PENULISAN
Pandangan dan kritisi pustakawan, mahasiswa dan masyarakat umum
tentang layanan perpustakaan dalam memberikan layanan kepada generasi
millennial.

PENDAFTARAN LOMBA
13 Januari – 22 Februari 2010 waktu 15.00 WIB. (setelah lewat waktu
tersebut dianggap gugur).

PERSYARATAN PESERTA
1. Pustakawan, mahasiswa, dan masyarakat umum;
2. Setiap peserta hanya berhak mengirim 1 (satu) artikel;
3. Panjang artikel 5 – 10 halaman kuarto, spasi 1,5 dengan huruf Times
New Roman (tercetak dan softcopy/salinan CD, via e-mail);
4. Melampirkan fotocopy KTP/SIM/Kartu mahasiswa/Kartu
Karyawan/Identitas lain yang masih berlaku;
5. Melampirkan daftar riwayat hidup

KRITERIA PENILAIAN
1. Artikel harus orisinal;
2. Artikel harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan perpustakaan
3. Bersifat inovatif dan aplikatif;
5. Artikel belum pernah/tidak sedang dilombakan.

HADIAH
Juara I Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) + piagam penghargaan
Juara II Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima pulu ribu rupiah) + piagam penghargaan
Juara III Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) + piagam penghargaan
* 3 artikel terbaik pilihan juri akan mendapat hadiah harapan 1,2 & 3
sebesar Rp. 250.000
** Pajak ditanggung oleh pemenang lomba

PENGIRIMAN ARTIKEL
Materi lomba dikirim dalam sampul tertutup disertai kode LOMBA
PERPUSTAKAAN di sudut kiri atas amplop, ke alamat:

PANITIA LOMBA
d.a. Uminurida Suciati, M.Si.
PERPUSTAKAAN UGM
Bulaksumur PO Box 16 YKBS Kode Pos 55281
Telp.(0274)513163,
Fax (0274) 513163
SMS 0274-3282870; 081904168825
Email: idanuraidafrh@ gmail.com; uminuridasuciati@ yahoo.com

CATATAN:
1. Pengumuman pemenang lomba diumumkan pada tanggal 1 Maret 20I0
melalui website Perpustakaan UGM dengan alamat
http://www.lib. ugm.ac.id
2. Hadiah dan piagam akan diberikan bersamaan dengan Seminar Nasional
pada tanggal 4 Maret 2010, pajak hadiah ditanggung oleh pemenang
lomba.
3. Materi lomba akan dinilai oleh para pakar di bidang perpustakaan
dan teknologi informasi.
4. Artikel terbaik akan dimuat dalam majalah “Media Informasi atau
Berkala Perpustakaan” tergantung bobot (nilai) tulisan, terbitan
Perpustakaan UGM edisi Maret 2010.
5. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, dan tidak
diadakan surat menyurat.
6. Semua karya yang masuk menjadi hak milik sepenuhnya panitia
Sumber: http://lib.ugm.ac.id/exec.php?app=berita&act=detail&id=227

Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia 2009

dari milis sebelah

Dear friends,

Bersama ini saya informasikan mengenai Lomba Penulisan Artikel tentang
Kepustakawanan Indonesia 2009. Berikut info mengenai detail lomba:

LOMBA PENULISAN
ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA 2009
LPAKI 2009

I. LATAR BELAKANG
Perpustakaan Nasional RI sebagai Lembaga Pemerintah Non-Departemen
(LPND) melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang
berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan,
perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan
pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan.
Keenam fungsi tersebut memiliki arti mendalam bagi pelestarian memori
kolektif bangsa (nation collective memory) yang membentuk jatidiri,
karakter dan budaya bangsa Indonesia .
Keberadaan UU RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menjadi
landasan hukum bagi penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan
pengembangan perpustakaan di Indonesia untuk dapat menetapkan hal-hal
tersebut. Perpustakaan Nasional RI berharap masyarakat dapat
memberikan masukan dan saran yang membangun pasca terbitnya UU RI No.
43 tahun 2007 tersebut.
Sehubungan dengan hal diatas, Perpustakaan Nasional RI, mengadakan
Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia (LPAKI) Tahun
2009. Lomba ini sekaligus untuk memperingati Bulan Gemar Membaca dan
Hari Kunjung Perpustakaan pada tanggal 14 September 2009.

I. TEMA LPAKI 2009
PERPUSTAKAAN NASIONAL RI PASCA UU RI NO.43 TAHUN 2007
TENTANG PERPUSTAKAAN

II. 1. Layanan Prima Perpustakaan Nasional RI yang Dibutuhkan
Masyarakat;
2. Peran Perpustakaan Nasional RI dalam Pelestarian Budaya Bangsa;
3. Membangun Kemitraan Perpustakaan dalam Era Keterbukaan
Informasi. PILIHAN TOPIK TULISAN

III.PERSYARATAN LOMBA
1. Peserta lomba adalah masyarakat umum;
2. Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa atau identitas lain;
3. Melampirkan daftar riwayat hidup;
4. Peserta lomba dapat mengirim lebih dari satu artikel dengan
judul berbeda;
5. Isi artikel harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;
6. Isi artikel harus asli, bukan terjemahan;
7. Bersifat aplikatif dan inovatif;
8. Bentuk tulisan ilmiah popular, ditulis dalam bahasa Indonesia
yang baik dan benar;
9. Panjang artikel 7-15 halaman (10.000-15.000 karakter), ukuran
kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;
10. Artikel belum pernah menang atau sedang dilombakan;

11. Karya tulis dikirim dalam format Word disertai identitas pribadi
(termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi) melalui email ke alamat:
lpaki2009@yahoo. com dan
cc. luthfiatimakarim@ ymail.com
Subject: Naskah (nama peserta) LPAKI 2009
12. Karya tulis dikirim ke Panitia selambat-lambatnya hari Jumat, 2
Oktober 2009 (tanggal kirim email);
13. Panitia tidak melayani surat-menyurat;
14. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat;
15. Naskah yang masuk menjadi milik Perpustakaan Nasional RI ;
16. Naskah pemenang akan dimuat di majalah Visi Pustaka serta
dimasukkan ke dalam web resmi Perpustakaan Nasional RI http://www.pnri.go. id;
17. Pemenang lomba akan diumumkan di web pnri http://www.pnri.go. id pada
awal bulan November 2009;
18. Jika di kemudian hari pemenang diketahui melanggar UU Hak Cipta
maka kemenangan peserta akan digugurkan dan wajib mengembalikan hadiah
kepada Panitia.
IV. KRITERIA PENILAIAN
1. Orisinalistas ide;
2. Pemahaman terhadap tema dan topik;
3. Kekayaan informasi yang terkandung dalam karya tulis;
4. Ketepatan menganalisis atau menafsirkan permasalahan;
5. Kekuatan data, fakta dan argumentasi dengan menyebutkan
sumber rujukan yang jelas;
6. Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami.
V. HADIAH
1. Juara 1: Rp. 5.000.000,- ( Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;
2. Juara 2: Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan;
3. Juara 3: Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan piagam penghargaan;
4. Juara Harapan 1: Rp.2.000.000, (Dua juta rupiah) dan piagam
penghargaan;
5.. Juara Harapan 2: Rp.1.500.000, – (Satu juta lima ratus ribu
rupiah) dan piagam penghargaan;
6. Juara Harapan 3: Rp.1.000.000, – (Satu juta rupiah) dan piagam
penghargaan;
Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Ilus: 91343687, 0812104447 2

Salam,
Ilus
Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan Terbesar dan Termewah Buatan Indonesia Mulai Dibangun

Pemancangan Tiang Pertama
Pemancangan Tiang Pertama

Pembangunan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang digadang-gadang akan menjadi perpustakaan terbesar, termewah, dan termegah di dunia sudah dimulai pada hari Senin 1 Juni 2009. Sebagai tanda dimulainya pembangunan itu, di adakan acara pemancangan tiang pertama. Rencana pembangunan perpustakaan ini adalah wujud peningkatan kualitas pelayanan Universitas Indonesia yang bercita-cita menjadi world class university. Tak kurang dari Rp. 110 Miliar dikucurkan untuk pembangunan perpustakaan ini. Wah seperti apa ya jadinya?

Sewaktu saya baca kompas.com tentang hal ini, saya mendapat data kalau nantinya perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas 8 lantai, lokasinya di dekat Danau Kenanga, Masjid Ukhuwah Islamiah, FH, FISIP, Fasilkom, dan Science Park.

“Gedung perpustakaan tersebut dirancang dengan konsep “sustainable building” yang mana kebutuhan energi menggunakan sumber  terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik.

Area baru tersebut bebas asap rokok, hijau serta hemat listrik, air dan kertas hingga hal inilah yang menjadikan sebagai perpustkaan terbesar, termodern dan terindah di dunia. erpustakaan pusat UI tersebut akan mampu menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari selain itu juga akan menampung 3-5 juta judul buku.” Kompas.com

Perpustakaan Baru UI
Perpustakaan Baru UI

Kalau penasaran seperti apa bentuk gedung itu setelah selesai dibangun. Saya mendapat gambar rancangan bangunan Perpustakaan Pusat UI dari okezone.com sebagai berikut.

UI tidak hanya akan membangun Perpustakaan secara fisiknya saja. Koleksi (baik tercetak maupun elektronik) akan diperbanyak dan tenaga pustakawannya pun akan diseleksi secara ketat. Semoga Perpustakaan ini nantinya menjadi perpustakaan dengan bentuk fisik menawan dan canggih, koleksi yang lengkap, pelayanan yang baik dari pustakawan-pustakawan profesional, dan terawat/terjaga. Sehingga memberikan kontribusi dan manfaat maksimal tidak hanya untuk civitas akademika Universitas Indonesia tapi juga untuk Bangsa Indonesia.

Sekilas Info Tentang Ebook

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/tablet-brunette-worker-office-electronic_1092721.htm">Designed by Freepik</a>
Designed by Freepik

Definisi ebook

Electronic book (ebook) atau disebut buku elektronik dalam bahasa Indonesia adalah bentuk digital dari buku biasa (tercetak) yang membutuhkan personal computers, mobile phones, atau alat khusus untuk membacanya yang disebut ebook reader atau ebook devices(wikipedia). Ebook adalah representasi elektronik dari sebuah buku yang biasanya diterbitkan dalam bentuk tercetak namun kali ini berbentuk digital(Lee, 2004:50). Berdasarkan definisi ini dapat kita simpulkan bahwa ebook memiliki dua sifat penting, yaitu: pertama, ebook berbentuk digital. Kedua, ebook membutuhkan alat baca khusus.

Sejarah ebook

Pada awalnya ebook digunakan terbatas pada subjek dan pengguna tertentu saja. Cakupan subjek yang dibahas pada waktu itu antara lain teknik manual untuk hardware, teknik manufaktur, dan subjek lainnya. Sejumlah format ebook bermunculan, beberapa diantaranya didukung oleh perusahaan software besar seperti Adobe’s PDF format dan yang lainnya didukung oleh programer-programer independen dan open source. Biasanya, setiap ebook reader memiliki format yang berbeda-beda pula, kebanyakan dari ebook reader mengkhususkan satu format tertentu saja sesuai pangsa pasarnya. Pada waktu itu, para produsen ebook mengalami masalah mengenai standar yang dipakai dalam pengemasan dan pemasaran ebook sehingga ebook tumbuh di dalam “pasar bawah tanah”. Banyak penerbit ebook yang mulai memasarkan produknya menggunakan public domain. Pada waktu yang bersamaan, para penulis yang karyanya ditolak oleh penerbit menawarkan karyanya secara online sehingga karyanya dikenal oleh orang lain. Katalog buku-buku yang tidak resmi mulai bermunculan di website dan situs-situs yang menyediakan ebook mulai menyebarluaskan informasi mengenai ebook kepada masyarakat.

Pada tahun 2008, model baru untuk pemasaran ebook mulai berkembang dan perangkat keras untuk membaca ebook mulai diproduksi. Peran internet sangat besar dalam perkembangan dan pendistribusian ebook. Sekarang kita tidak harus menggunakan ebook reader untuk membaca ebook. Kita juga bisa membaca ebook dengan personal computer dan bahkan dengan mobile phone. Hanya ada dua ebook reader yang mendominasi pasar, yaitu Amazon’s Kindle dan Sony’s PRS-500. Di Jepang, pasar ebook mengalami pertumbuhan yang baik selama tahun 2000 dan menembus angka 10 miliyar yen. Namun tidak semua penulis mendukung konsep ebook, contohnya JK Rowling yang menyatakan tidak akan mengeluarkan versi elektronik untuk karya-karyanya. Para ahli dari Plastic Logic, sebuah perusahaan teknologi layar yang berbasis di Cambridge, Inggris, melaporkan sebuah teknik yang memungkinkan pencetakan transistor polimer menjadi sebuah permukaan plastik yang fleksibel. Teknik ini memungkinkan layar menjadi lentur, sehingga memberikan ebook tambahan daya tahan.

Keuntungan

1. Teks dapat dicari secara otomatis dan dirujuk silang menggunakan hyperlink.

2. Sebuah ebook reader dapat berisi beberapa buku sehingga mudah dibawa kemana saja (lebih ringan dan kecil) dibandingkan buku-buku yang sama dalam format tercetak. Ratusan atau bahkan ribuan buku dapat disimpan pada perangkat yang sama.

3. Ebook memungkinkan penyorotan dan penjelasan nonpermanent.

4. Ukuran font dan font dapat disesuaikan.

5. Ebook memungkinkan gambar animasi dan klip multimedia terpasang di dalamnya.

6. Memungkinkan penggunaan warna yang lebih banyak dibandingkan warna dalam format tercetak.

7. Perangkat ebook memungkinkan ebook dibaca dalam keadaan sedikit cahaya atau bahkan gelap total dengan menggunakan back light.

8. Sebuah ebook secara otomatis dapat terbuka di halaman terakhir yang dibaca.

9. Lebih murah

10. Perangkat lunak Teks-untuk-bicara dapat digunakan untuk melakukan konversi ebook ke buku-buku audio secara otomatis.

11. Pemasok ebook tidak membutuhkan ruangan yang besar dan tidak ada batasan pencetakan buku.

12. Lebih mudah bagi penulis untuk menerbitkan sendiri ebook.

13. Ebook dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan versi buku yang tercetak (printbook).

14. Ebook tidak membutuhkan kertas, tinta, dan sumber daya lain yang digunakan untuk menghasilkan buku-buku yang dicetak. Itu artinya kita dapat mengurangi penebangan hutan untuk produksi kertas.

Kerugian

1. Sebagian kecil buku lebih mudah dibawa dibandingkan ebook

2. Ebook reader lebih mudah rusak apabila terjatuh dibandingkan dengan buku biasa.

3. Ebook membutuhkan perangkat khusus (hardware dan software) untuk membacanya.

4. Ebook reader membutuhkan tenaga listrik,. Jika menggunakan mobile phone, baterainya akan cepat habis.

5. Ebook tidak dapat digunakan apabila terjadi kerusakan pada perangkatnya (hardware atau software)

6. Melihat layar untuk waktu yang lama dapat menyebabkan mata kejang dan kadang-kadang sakit kepala.

7. Ebook reader lebih mungkin untuk dicuri dari pada kertas buku.

8. Sebagian besar penerbit tidak memproduksi ebook mereka setara dengan buku yang dicetak (print book). Dalam kasus lain, ebook diberikan prioritas yang lebih rendah dari segi sumber daya penerbitan, sehingga dalam sebuah disparitas mutu produk, tanggal rilis dan sebagainya. Masalah ini tidak endemik untuk setiap penerbit, namun memiliki efek pada kualitas keseluruhan ketersediaan barang dagangan.

9. Ebook dapat dengan mudah di-hack melalui penggunaan perangkat keras atau perangkat lunak modifikasi dan disebarkan secara luas di Internet dan / atau ebook reader, tanpa persetujuan dari penulis atau penerbit.

10. Jika perangkat ebook atau ebook reder dicuri, hilang, rusak atau diperbaiki, semua ebook yang tersimpan pada perangkat bisa hilang. Hal ini dapat dihindari dengan backup baik pada perangkat lain atau penyedia ebook.

11. Hilangnya tactility dan estetika jilid-buku. Juga hilangnya kemampuan untuk dengan cepat melalui riffle halaman untuk mencari bagian tertentu.

12. Resolusi layar perangkat pembaca (ebook readers/ebook devices) mungkin akan lebih rendah daripada kertas yang sebenarnya, sehingga sulit untuk membaca ebook.

13. Dari perspektif pembaca, kepemilikan konvensional, peraturan penggunaan, dan akses ke konten buku cacat dan dibatasi oleh Manajemen Hak Digital.

14. Pemilik harus membeli model yang berbeda untuk setiap format file ebuku.

Kerugian terbesar dari sebuah ebook adalah pembajakan. Banyak software yang berbayar (proprietary software) diklaim aman dari pembajakan tetapi kenyataannya banyak bajakannya yang beredar di “pasar bawah tanah”. Hal yang sama dapat terjadi pada ebook. Buku konvensional atau yang tercetak (print book) lebih sulit untuk dibajak.

Reference: http://en.wikipedia.org/wiki/E-book

LOMBA TULIS ARTIKEL PUSTAKA NASIONAL – CITA PERPUSTAKAAN INDONESIA

Ada sebuah lomba menarik nih yang saya dapat dari MILIS referensi_maya dan dapat diakses di http://www.teratama.com/lomba/ untuk lebih lengkapnya:

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca
Nasional, Teratama Technology System bersama :

– Dinas Pendidikan Propinsi DIY
– Badan Perpustakaan dan
– Arsip Daerah Propinsi DIY
– Ikatan Pustakawan Indonesia – IPI Propinsi DIY
– Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca – GPMB Indonesia
– Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi – FPPTI DIY
– Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia – FPSI DIY
– BAPUSDA Kabupaten Bantul
– Tokoh Pustakawan Senior

menyelenggarakan LOMBA TULIS ARTIKEL NASIONAL 2009 dengan topik pilihan:

– Perpustakaan Ideal
– Membangun masyarakat cinta perpustakaan

WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pengumpulan naskah
artikel: tanggal 15 Februari 2009
sampai 30 September 2009

Waktu pengumuman hasil
lomba: tanggal 17 November 2009.*)jika
diperlukan sewaktu2 panitia akan konfirmasi

Penyerahan hadiah: tanggal 27 November 2009

Publikasi Artikel terpilih:  tanggal 17 November 2009 sampai waktu
yang tidak terbatas.

PERSYARATAN PENULISAN

Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan
tatabahasa dan ejaan yang
disempurnakan.

Naskah belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan sebelumnya.

Mencantumkan topik pilihan dan judul artikel.

Naskah diketik komputer dengan font: time new roman, size: 12,
spasi baris: 1,5 pt., ukuran kertas A4, Jumlah halaman minimal 5 dan maksimal 8.

PENGIRIMAN NASKAH

Naskah dikirim disertai lampiran identitas yang meliputi: Nama
penulis, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Pekerjaan, Asal Instansi,
No.KTP/SIM, Pas foto 4×6 dan Kontak person.

Naskah dapat dikirim dalam format softfile maupun printout.

Naskah dikirimkan melalui:

Email: panitialomba@ ..teratama.com.

o Pos surat: Hotel Borobudur Jl. Magelang
Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284

o Langsung ke sekretariat
panitia: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta
55284 ( Kantor Teratama )

Naskah yang telah sampai
kepada panitia akan segera di posting/diumumkan di Internet, dengan alamat
http://www.teratama.com/lomba

Panitia tidak
bertanggungjawab terhadap pengiriman naskah yang tidak sampai ke tangan
panitia.

Peserta yang telah
mengirimkan naskah lebih dari 10 hari dan tidak menemukan nama dirinya di
pengumuman peserta dapat konfirmasi ke panitia melalui email
panitialomba@..teratama.com. atau melalui telephone: 02747002300, 081227444464

Â

SELEKSI

Seleksi Administrasi oleh panitia

Seleksi Materi oleh Juri

ASPEK YANG DINILAI

Kreativitas: Kemampuan memunculkan permasalahan, ide, gagasan
yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegunaan: Hasil penilisan memberikan sumbangan pemikiran yang
aplikatif terhadap perkembangan minat baca masyarakat & kwalitas layanan
perpustakaan

Penulisan:

o Sistematika penulisan: meliputi pendahuluan,
permasalahan, tujuan, landasan teori, pembahasan, kesimpulan & saran.

o Penulisan dengan bahasa ilmiah populer
o Penulisan menyebutkan sumber (referensi pustaka)

PESERTA

Masyarakat umum, Pelajar, Mahasiswa, Pustakawan

HADIAH LOMBA

Juara I mendapat uang
sejumlah Rp. 3.000.000,- plus hadiah sponsor

Juara II mendapat uang
sejumlah Rp. 2.000.000,- plus hadiah sponsor

Juara III mendapat uang
sejumlah Rp. 1.000.000,-  plus hadiah
sponsor

20 Besar mendapat kenangan dari sponsor
Sertifikat

Tropi
Juara 1,2,3 masing masing mendapatkan plus Rp 500.000,- dari
sponsor BPRS –“Bank Perkreditan Rakyat Syariah BAROKAH DANA SEJAHTERA

Desain Rak Buku Keren

Desain rak buku sekarang ini sudah semakin canggih, tidak lagi berbentuk kotak-kotak dan kuno. Saya sendiri baru tahu hal ini dari MILIS referensi_maya. Sekarang rak buku dapat juga dijadikan sebagai perabot rumah tangga yang sangat menarik. Desain yang menarik ini, dapat juga diaplikasikan dalam sebuah perpustakaan karena rak buku merupakan komponen penting dalam sebuah perpustakaan. Silahkan ikuti link berikut untuk melihat gambar desain rak bukunya:

http://linggayoni44.blogspot.com/2008/07/desain-rak-buku-yang-kreatif.html

Semoga bermanfaat.

Pengurusan ISBN di Perpustakaan Nasional

Anda ingin mengurus ISBN di Perpustakaan Nasional tapi tidak tahu prosedurnya?Berikut ini adalah pengalaman orang-orang yang sudah pernah mengurus ISBN di Perpustakaan Nasional yang saya dapat dari MILIS referensi_maya.

Berdasarkan pengalaman Hutauruk, Rosinta sebagai berikut:

a.a letter of request for an ISBN to the National ISBN Agency of Indonesia

b.a copy of cover title and the inside of cover title pages

c.a copy of the list of content page

d.a copy of foreword page

Badan Nasional ISBN Indonesia ( National ISBN Agency , Indonesia ):

Tim ISBN/KDT
Gedung Deputi I Blok A Lantai 2
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430
Telp. 021-92920979, 021-68293700 (Direct)
Fax. 021-3927919, 021-70902017
Email : isbn@pnri.go. id, pusnaskadete@ yahoo.com

dan berdasarkan pengalaman ulum zulvaton sebagai berikut:

“saya sudah sering bikin ISBN .

datang aja langsung ke perpusnas. gada 1 jam jadi.

bawa dummy terbitan:
Sampul
Susunan Redaksinya

pake surat pengantar dai instansi.

good luck”

Wah ternyata tidak sulit ya!? Semoga bermanfaat ya………..

Mau lebih jelasnya dan updatenta silahkan Klik disini: ISBN Persyaratan baru

Panduan Pustaka (Library Pathfinder)

Dalam dunia ilmu perpustakaan dan informasi terdapat istilah panduan pustaka atau library pathfinder. Biasanya perpustakaan menyediakan layanan ini sebagai layanan khusus untuk  pemustaka (users). Apa sebenarnya panduan pustaka (library pathfinder) itu? Beberapa definisi panduan pustaka (library pathfinder) dapat kita temukan dari berbagai sumber, antara lain:

– “A library pathfinder is a checklist of references to those basic sources representing the variety of forms in which information on a specific topic can be found” (Canfield, 1972:287).

– “A Pathfinder is a guide to the literature and resources in a particular subject area. It is a subject-oriented research guide designed to encourage researchers a self-directed use of the library” (www.dlsu.edu).

“A subject bibliography designed to lead the user through the process of researching a specific topic, or any topic in a given field or discipline, usually in a systematic, step-by-step way, making use of the best finding tools the library has to offer. Pathfinders may be printed or available online. See also: topical guide” (www.lu.com/odlis/)

– “Pathfinder merupakan sebuah panduan pustaka yang berfungsi membantu penelusur tentang dokumen terkait. Banyak pengertian tentang pathfinder yaitu :
path•find•er (pthfndr, päth-) (freedictionary.com)
1. One that discovers a new course or way, especially through or into unexplored regions.
2. One of a group of paratroopers who land ahead of a main force in order to mark the drop zone.
Namun lebih dikenal dengan sebutan panduan pustaka, karena fungsinya yang sebagai sebuah panduan awal penelitian di perpustakaan. Pathfinder dibuat untuk memandu peneliti, pelajar, dll dalam pencarian suatu material subyek/hal tertentu” (http://www.geocities.com/sang_pabru/po-orchids/0-Home.html).

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa panduan pustaka berfungsi sebagai panduan awal, alat bantu yang memungkinkan pemustaka (users) melakukan penelusuran secara mandiri, memberikan informasi bagaimana menelusur mengenai sebuah subjek di sebuah perpustakaan, digunakan oleh pemustaka yang masih awam atau bahkan baru pertamakali berkunjung ke perpustakaan itu, dokumen yang tercantum dalam pathfinder merupakan dokumen-dokumen yang berisi informasi dasar mengenai sebuah subjek atau tidak secara mendalam.

Berikut ini merupakan daftar pathfinder online yang tersebar di dunia maya, antara lain:

  1. Internet Public Library [IPL pathfinder]
  2. De La Salle University Library [DLSU Pathfinder]
  3. UCB Library [UCB Library Pathfinder]
  4. Pathfinder for women history [ALIC pathfinder]

Jika Anda berniat membuat pathfinder sendiri, silahkan ikuti beberapa panduan berikut ini:

  1. Pathfinder for constructing pathfinder [Pathfinder construction]
  2. Template for creating pathfinder [Template pathfinder]

 

Referensi

Penerapan Teknologi Informasi di Bagian-Bagian Perpustakaan

oleh Gita Sekarsari, gitadee@yahoo.com

Abstrak. Teknologi informasi merupakan media yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi. Era globalisasi, teknologi informasi diperlukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan hampir di semua bidang pekerjaan, tidak terkecuali perpustakaan. Penerapan teknologi informasi di bagian-bagian perpustakaan dapat meningkatkan mutu pelayanan sehingga kebutuhan informasi penggunanya dapat terpenuhi secara cepat dan relevan.

artikel lengkapnya dapat didownload di sini: artikel-gita.pdf