Arsip Tag: Kepustakawanan

LIBRARY ROCKSTARS

LIBRARY ROCKSTARS

Kolom ini terinspirasi dari sebuah buku yang sangat menarik berjudul CareerCoach: Rene Suhardonoyang menganjurkan kita untuk mencari role model yg disebut Rockstar dalam karir kita. Semua sosok yang ada dalam page ini merupakan orang-orang yang saya kenal dan memiliki peran besar dalam dunia perpustakaan dan masyarakat. Sehingga saya kategorikan sebagai Library Rockstars dan berharap dapat belajar banyak dari mereka. Semoga artikel ini dapat menginspirasi kita yang berkecimpung di dunia perpustakaan. Intinya saya ingin menunjukkan bahwa ada orang-orang hebat dari Jurusan Ilmu Perpustakaan yang bisa berkontribusi kepada masyarakat lewat jalan mereka masing-masing. Sehingga saya sebagai pustakawan tidak perlu berkecil hati ataupun minder. Sebagian dari tokoh-tokoh tersebut diantaranya adalah Arie Nugraha, Arif Surachman, Blasius Sudarsono, Farli Elnumeri, Hanna Latuputty, Mochamad Ariyo Faridh Zidni, dll.

 

* Terima kasih atas kerjasama dan wawancara para tokoh yang mendukung kolom ini ^^

Saya Prihatin Perpustakaan (Masih) Jadi Tempat Sampah

Perpustakaan "Tong Sampah"

Belum lama-lama ini dunia kepustakawanan lagi-lagi dikejutkan dengan kabar yang cukup heboh. Kabar datang dari pemerintahan DKI Jakarta yang dikomandoi oleh Gubernur Joko Widodo (Jokowi) mengenai rotasi yang terjadi dalam jajarannya. Dalam 20 pejabat eselon II yang dirotasi terdapat nama Walikota Jakarta Selatan, Anas Effendi, yang diberikan jabatan baru sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta.

Mengapa Digeser?

Publik, khususnya yang berkecimpung di dunia kepustakawanan pun bertanya-tanya akan rotasi yang dilakukan Jokowi. Memang sudah bukan rahasia lagi kalau selama ini perpustakaan dijadikan sebagai tempat pembuangan, tempat hukuman, tempat pengisolasian pegawai-pegawai yang kinerjanya tidak bagus, bermasalah/membangkang, dan menjelang masa pensiun. Apakah Anas Effendi kinerjanya kurang bagus? Hal ini dibantah oleh Jokowi melalui Media Indonesia (15/02/2013) “Ya karena di perpustakaan kosong. Memang di arsip itu kosong kok. Kan yang di arsip sudah pensiun”. Kinerja Anas Efefndi pun dinilai cukup bagus “Sudah bagus. Pak walikota lincah” lanjut Jokowi.

Benarkah kinerja Anas Effendi sudah bagus? Jawa Pos National Network mengungkapkan bahwa Sebelumnya, kinerja Anas Effendi sempat menjadi sorotan Boy Bernadi Sadikin yang merupakan anggota DPRD DKI sekaligus Anggota Fraksi PDIP. “Saya tinggal di Selatan, lihat saja itu galian isinya enggak jelas. Ada kabel, air, sampah. Walikota Jakarta Selatan itu kerjanya cuma tidur sama dangdutan,” kata Boy beberapa waktu lalu.

Mengenai penggeseran Anas Effendi ini saya konfirmasi kepada Ketua DCP PDI Perjuangan, Gembong Warsono, yang juga telah lama kenal sang Walikota. “Pak Anas kinerjanya sudah bagus, tapi memang selama ini hampir tidak ada inovasi” ungkap Gembong. Gembong pun membantah kalau isu politis merupakan alasan pemindahan Anas Effendi “Walikota itu memang jabatan semipolitis. Ya wajarlah kalau dulu mendukung incumbent, kan harus patuh atasan. Lagi pula Pak Jokowi orangnya objektif, yang terpenting bisa mengikuti ritme kerjanya” lanjutnya. Kita ketahui bersama bahwa Jokowi menuntut jajarannya untuk dapat bekerja cepat dan penuh inovasi untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang tinggi.

Jadi dapat dikatakan bahwa Anas Effendi belum dapat mengikuti ritme kerja Jokowi dan ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi. Lalu kenapa harus ke Badan Perpustakaan dan Arsip DKI? Boleh dikatakan Badan Perpustakaan dan Arsip daerah bukanlah bidang-bidang yang disoroti oleh sebagian besar masyarakat. Apabila kinerjanya buruk, masyarakat dan media tidak akan “rewel”, luput dari perhatian. Berbeda dengan kinerja dinas PU, apabila kinerja buruk akan sangat terlihat mencolok. Jalan rusak misalnya, akan mengganggu kegiatan transportasi, ekonomi, dan permasalahan lainnya. Hal ini tentu akan menimbulkan “keramaian”. Lihat saja PILKADA JABAR tahun ini. Isu utama yang dibahas adalah permasalahan banyaknya  jalan yang rusak. Pernahkah ada yang membahas Perpustakaan dan Arsip? Adakah calon gubernur dan wakil gubernur yang perduli?

Siapa yang punya kompetensi?

Jadi apakah Pak Jokowi masih menganggap Badan Perpustakaan dan Arsip itu tidak penting? Hilangnya aset-aset penting milik pemerintah daerah DKI Jakarta karena kacaunya pengelolaan arsip mereka sudah cukup membuat Jokowi melek pentingnya urusan ini. Jokowi sendiri sudah memetakan sumber daya manusia yang dimiliki dijajarannya. Hasilnya, Jokowi tidak menemukan orang yang kompeten dijajaran struktural pemerintahannya. Jokowi ingin mengangkat yang muda, tapi ternyata eselon II yang paling muda sudah berusia setengah abad. Ingin menemukan yang ahli dibidang perpustakaan sekaligus arsip? Apalagi… Walhasil, dengan terpaksa dan terbenturnya masalah SDM para birokrat, lagi-lagi badan perpustakaan dan arsip dikorbankan. Toh Jokowi juga berjanji melakukan penilaian dan akan kembali melakukan rotasi apabila pejabat-pejabat baru tersebut tidak maksimal kinerjanya “Jika selama enam bulan saya lihat tidak ada perubahan, ya maaf, siap saya ganti?” tantang Jokowi saat pelantikan yang disambut jawaban “Siap Pak” oleh para pejabat baru.

Kalau yang eselon itu tidak mampu, kenapa tidak mencari yang muda dibawah itu? “Syarat kepangkatannya tidak ketemu. Dan tidak mungkin langsung mengangkat seorang prajurit menjadi letnan, nanti dikepluki kapten-kaptennya” kata Gembong. Kita perlu sadari bahwa masalah pengangkatan juga memiliki peraturan. Masalah yang terpenting adalah jauhnya GAP antara yang muda dan yang tua karena Pemda pernah vakum selama 10 tahun tidak ada perekruitan.

Kenapa tidak merekruit orang luar? Hal ini lebih sulit lagi karena akan terbentur masalah peraturan. Terlebih lagi, Jokowi menginginkan orang-orang yang siap langsung bekerja. Jadi bukan orang yang harus meraba-raba permasalahan terlebih dahulu. Orang yang siap akan hal itu dan mengerti seluk beluk permasalahan tentulah orang dalam itu sendiri.

Anas Effendi menolak jabatan?

Pengangkatan Anas Effendi sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip DKI membuat kaget dirinya. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kepada media “Dia Tanya salahnya apa, Ya saya bilang enggak ada salah,” seperti yang dikutip Tempo.com. Bahkan Ahok sendiri mengungkapkan bahwa jabatan Anas Effendi yang baru ini sangat penting dan bagus untuk dirinya. “Perpustakaan itu penting lho, karena mengurusi asrip seluruh Jakarta.” Ahok pun mengungkapkan “Ya bagus dong, malah lebih pinter dipindah kesana,”.

Ahok pun mengakui bahwa keputusan Jokowi merotasi Anas Effendi menjadi kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI menggantikan Maman Achdiyat yang pensiun merupakan usulan dari Sekretaris Daerah DKI Fadjar Panjaitan. “ya kan karena Pak Maman Achdiyat-nya pensiun, jadi posisi kepala BPAD itu kosong. Terus Pak Sekda usul, yang paling tepat di Arsip dan Perpustakaan itu Pak Anas yang Wali Kota Jakarta Selatan. Kita tanya dong ke Pak Sekda, siapa yang akan menggantikan sementara Pak Anas sebagai walikota, beliau bilang ada wakilnya, jadi ya sudah aman,” ungkap Ahok seperti yang dikutip kompas.com. Jadi kalau kita mau mempertanyakan keputusan ini, Fadjar Panjaitan lah orang yang harus diminta klarifikasi.

Anas Effendi sendiri tidak hadir dalam acara pelantikan jabatan barunya. Secara hukum ini dapat dikatakan sebagai pembangkangan. Tindakan indisipliner ini tentu akan diproses dalam sidang yang nantinya akan menentukan nasib Anas Effendi sendiri. Kemungkinan pilihannya adalah dicopot atau pensiun dini.

Tentu kita bertanya-tanya apa alasan Anas Effendi menolak jabatan ini? Kalau karena beliau sadar bahwa dirinya tidak kompeten mengenai permasalahan perpustakaan dan arsip, saya angkat topi untuk Anda. Meski itu artinya melanggar sumpah PNS yang harus bersedia ditempatkan dimana saja seperti seorang prajurit. Karena seorang Prajurit berbeda dengan seorang Ksatria. Tidak semua prajurit memiliki jiwa ksatria. Namun, apabila alasan Anas Effendi menolak jabatan ini karena perpustakaan ini tidak bergengsi, bukan lahan basah, tidak popular, dsb. Maka perlu Anda ketahui bahwa saya sebagai seorang pustakawan (dan mungkin seluruh pustakawan di Indonesia) juga tidak sudi melihat perpustakaan menjadi tempat sampah!!!  Seandainya dijadikan tempat sampah pun kami menginginkan sampah yang dapat didaur ulang!!!

AutoKritik Pustakawan

Permasalahan perpindahan Anas Effendi juga ikut membuka borok pustakawan dan dunia kepustakawanan. Saya berpikir bahwa “kalian pustakawan kemana saja? Sudah melakukan hal berguna apa? Kok perpustakaan sampai luput dari perhatian masyarakat?”

Hal ini juga menjadi autokritik bagi diri saya yang seorang pustakawan dan mencintai dunia pendidikan. Bagaimana bisa perpustakaan yang dimulut orang-orang yang ditanya pasti mengakui pentingnya perpustakaan dan arsip tetapi pada kenyataannya diabaikan? Bagaimana bisa pustakawan dikangkangi begitu saja dengan mudahnya? Kesulitan yang dialami Jokowi saat mencari SDM dijajarannya yang mengerti perpustakaan sebagai contoh. Padahal walaupun sedikit tetapi ada lulusan jurusan ilmu perpustakaan di BPAD DKI sana. Ada juga pustakawan yang telah bekerja hingga puluhan tahun di sana. Tetapi terkesan mereka hidup segan mati tak mau. Gak bisa naik tetapi gak mau dilangkahi.

Seandainya saja ada pustakawan di BPAD khususnya yang mau menunjukkan kepeduliannya dan berani bernegosiasi dengan pimpinan tentu nasib BPAD sendiri tidak akan diremehkan seperti ini. Pustakawan jangan lagi memiliki sikap pasif, minder, dan oportunis. Kalau memang menganggap peran kita penting maka tunjukkanlah bahwa kita dapat melakukan hal-hal penting tersebut.

Dimana peran perpustakaan dan organisasi-organisasi pustakawan? Tertelan dalam egoisme sektoral kah? Tertimbun dibalik tumpukan buku dan arsip kah? Atau asyik dengan dirinya masing-masing… Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum kalau kaum itu tidak mau mencoba mengubah nasibnya sendiri. Yang terpenting saat ini adalah pustakawan bersama-sama bersatu dan maju bersama.

Undang-undang nomer 43 tahun 2007 tentang perpustakaan.

Boleh dikatakan undang-undang ini merupakan pedoman bagi pustakawan. Akan tetapi tidak sedikit pustakawan yang belum pernah membaca ini. Jadi jangan salahkan Jokowi apabila beliau juga tidak mengetahui adanya undang-undang ini. Bahkan ada oknum yang sengaja mencari dan membuat celah undang-undang ini untuk kepentingannya walaupun harus merendahkan profesinya dan kawan-kawannya, pustakawan.

Apabila mengacu kepada undang-undang  no 43 tahun 2007 pasal 30 dikatakan bahwa “Perpustakaan Nasional, perpustakaan umum Pemerintah, perpustakaan umum provinsi, perpustakaan umum kabupaten/kota, dan perpustakaan perguruan tinggi dipimpin oleh pustakawan atau oleh tenaga ahli dalam bidang perpustakaan.” Pasal ini mengisyaratkan bahwa tidak boleh sembarangan orang menduduki jabatan kepala perpustakaan. Apalagi jabatan ini ternyata diduduki oleh orang-orang yang tidak kompeten dan demi kepentingan politis semata. Bukan rahasia lagi kalau posisi kepala perpustakaan daerah umumnya dijadikan tempat pembuangan atau pengasingan bagi pejabat yang dahulu mendukung lawan politik kepala daerah saat Pilkada. Atau posisi ini dapat pula dijadikan sebagai tempat untuk tim sukses yang mendapatkan sisa kedudukan dari kepala daerah karena posisi lainnya sudah ada yang lebih ahli dan lebih kapabel.

Apakah hal ini melanggar undang-undang? Jelas iya!! Tetapi ternyata kita (pustakawan) sendiri memberikan peluang yang membuat perpustakaan selalu menjadi tempat sampah. Dalam ketentuan umum, pasal 1 UU no 43 tahun 2007 disebutkan bahwa “Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.” Kata “pelatihan” ini membuka peluang bagi “orang buangan” tersebut melenggang menjadi kepala perpustakaan. Mengapa? Karena ada institusi yang menyediakan pendidikan kepustakawanan dalam waktu 3 bulan untuk mendapatkan status sebagai pustakawan. Hal ini jelas tidak adil. Dimana ada orang-orang berlatar belakang pendidikan Ilmu perpustakaan yang belajar bertahun-tahun harus dipimpin oleh orang yang hanya mengikuti pelatihan kurang dari satu tahun. Memang kalau pustakawan berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan yang memimpin akan lebih baik? Memang belum jaminan, tetapi paling tidak kita berusaha mencegah dan menutup celah pelanggaran UU No 43 tahun 2007.

Lalu mengapa ada institusi yang menyediakan pelatihan tersebut? Awalnya pelatihan kepustakawanan diadakan karena kurangnya SDM berlatar belakang ilmu perpustakaan. Tentu tidak semua produk dari pelatihan kepustakawanan tersebut tidak berkualitas. Tetapi akan lebih bijaksana apabila mendahulukan orang-orang yang memang berlatar belakang ilmu perpustakaan untuk memegang posisi sepenting kepala perpustakaan dengan asumsi mereka lebih banyak mengetahui dan belajar mengenai dunia kepustakawanan dan arsip. Diperlukan penjabaran spesifik mengenai kriteria pustakawan dan peraturan baku yang menyatakan bahwa kepala perpustakaan harus memiliki keahlian dalam ilmu perpustakaan. Jalan lainnya adalah dengan segera mengadakan sertifikasi profesi pustakawan dan memastikan hanya pustakawan yang lulus sertifikasilah yang dapat mengisi jabatan kepala perpustakaan dan arsip daerah. Diperlukan kerjasama yang baik antara organisasi profesi pustakawan (IPI), Perpustakaan Nasional RI, lembaga penyelenggara pendidikan perpustakaan, dan organisasi/jaringan perpustakaan lainnya untuk menyelenggarakan dan mengawasi sertifikasi ini.

Saran dan Rekomendasi

Panasnya berita Anas Effendi memberi dampak positif dan negatif bagi dunia kepustakawanan. Dampak positifnya sekarang BPAD menjadi terkenal dan menjadi sorotan. Dampak negatifnya citra perpustakaan sebagai tempat buangan semakin melekat pada perpustakaan. Ada beberapa hal yang dapat kita (yang mengaku dirinya pustakawan dan/atau peduli dengan dunia perpustakaan dan arsip) lakukan:

1. Meminta audiensi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Yang perlu kita sadari adalah Jokowi yang seorang Gubernur DKI Jakarta dan penggemar musik rock itu jugalah seorang manusia. Ada nilai plus-minusnya. Perlu saran dan masukan. Keunggulan Jokowi adalah terbuka akan semua usul dan senang berdiskusi. Mungkin pustakawan (khususnya yang memilih Jokowi saat pemilu) sedikit kecewa. Pustakawan yang selama ini dianggap remeh masih merasa belum di-wong-kan padahal Jokowi dikenal dapat meng-wong kan rakyat. Masalah pengangkatan Kepala BPAD DKI dapat menjadi pemicu kita untuk meminta audiensi kepada Jokowi, mungkin Jokowi tidak tahu kalau disini ada PNRI, ISIPII, IP&I dan universitas-universitas yang menggelar program Ilmu Perpustakaan.

Paling tidak ada perwakilan yang mewakili pustakawan Indonesia untuk melakukan audiensi dengan Jokowi. Bukan sekedar gerakan penolakan tapi sekedar menolak, tanda tangan, lalu selesai. Setahu saya Jokowi orangnya terbuka terhadap kritik dan saran namun kita harus siap dengan segala jalan keluar atau rekomendasi permasalahan. Sekedar protes tanpa solusi hanya memperburuk citra pustakawan

2. Lelang Jabatan

Apabila perasalahannya pada SDM. Mengapa kita tidak coba mengusulkan lelang jabatan kepala BPAD DKI Jakarta? Bukankah wacana ini pernah digelontorkan untuk mengisi jabatan Lurah dan Camat. Dan apabila memungkinkan dibuatkan kontrak yang menyatakan bahwa setiap PNS di BPAD DKI rela dilangkahi secara kepangkatan oleh PNS lain yang lebih kompeten

3. Membuat program perpustakaan dan arsip yang selaras dan mendukung program Jokowi.

Jokowi memiliki 10 program yang telah diumumkan kepada masyarakat. Mengapa kita tidak membuat program perpustakaan dan arsip yang selaras dan mendukung suksesnya program-program Jokowi. Misalnya membuat program yang mendukung program “Jakarta Pintar” dan “Pemberantasan kampung kumuh” BPAD DKI Jakarta dapat membantu program-program tersebut dengan pemaksimalan teknologi informasi untuk melayani pelajar yang lebih akrab dengan dunia teknologi dan menyebarkan perpustakaan-perpustakaan atau taman bacaan di daerah kumuh yang sedang diperbaiki.

Pak Putu Laxman Pendit mengatakan bahwa semakin jelas bahwa musuh kita (perpustakaan) adalah birokrasi. Bagi saya, musuh kita jelas PEMBODOHAN DAN KESERAKAHAN. Dua hal ini yang membuat birokrasi terlihat menyebalkan.

Oleh:

Danang Dwijo

Daftar bacaan lanjutan:

Anas Dimutasi Jokowi untuk Urusi Perpus. (2013, February 14). Jawa Pos National Network. http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158441/Anas-Dimutasi-Jokowi-untuk-Urusi-Perpus-

Aziza, Kurnia Sari. (2013, February 15). Basuki: Sekda Usul Anas Paling Tepat Urus Perpustakaan. http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/15/16483331/Basuki.Sekda.Usul.Anas.Paling.Tepat.Urus.Perpustakaan

Kurniawan, Bahri. (2013, February 14). Tak Hadiri Pelantikan, Wali Kota Jakarta Selatan ‘Menghilang’. Tribunnews.com. http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/14/tak-hadiri-pelantikan-wali-kota-jakarta-selatan-menghilang

Warsono, Gembong. (2013, February 15). Personal interview

Manafe, Imanuel Nicholas. (2013, February 15). Ahok: Justru Pak Anas Lebih Pintar di Perpustakaan. Tribunnews.com. http://jakarta.tribunnews.com/2013/02/15/ahok-justru-pak-anas-lebih-pintar-di-perpustakaan

Puti, Tri Artining. (2013, February 15). Anas Effendi Tanyakan Salahnya Ke Ahok. Tempo.co. http://www.tempo.co/read/news/2013/02/15/231461574/Anas-Effendi-Tanyakan-Salahnya-Ke-Ahok

Undang-undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan

Undangan Kuliah Umum Kepustakawanan ke XIV

Sejawat pustakawan dan calon pustakawan yang saya hormati.
Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada Kuliah Umum Kepustakawanan, Terbuka, dan Gratis ke XIV (Bulan Agustus 2012) yang akan dilaksanakan pada:
Hari     : Jumat, 31 Agustus, 2012 Pukul 9.30 — 11.30 WIB.
Lokasi:  Ruang Rapat Besar Lt.2 PDII-LIPI, Jln Gatot Subroto 10, Jkt. 12710.
Topik  :  Praktisi Memandang Pendidikan Calon Pustakawan.
Jika anda berminat dan mempunyai waktu luang silakan hadir. Kami menunggu kehadiran anda semua dengan senang hati (Undangan Terlampir)

Terimakasih.Salam hormat

Sumber: Dari Wahid Anas

Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia

Tema: TRANSFORMASI KEPUSTAKAWANAN INDONESIA DALAM ERA AKSES TERBUKA

Waktu: 5-6 September 2012

Tempat: Aula Pertemuan LIPI

Latar belakang:

Selama beberapa dasawarsa terakhir perkembangan ilmu perpustakaan dan
informasi di tanah air terasa sangat lambat. Ilmu perpustakaan dan informasi
terasa kurang berkembang dibandingkan dengan bidang ilmu lain. Pada umumnya teori dan praktik perpustakaan dan kepustakawanan di Indonesia merupakan adopsi dari teori dan praktik di luar negeri seperti Inggris dan Amerika Serikat. Praktik kepustakawanan di Indonesia dan masalahnya berbeda dengan praktik kepustakawanan di negara lain sehingga pengembangan disiplin kepustakawanan untuk Indonesia harus berpijak pada pemahaman situasi dan kondisi Indonesia. Pemahaman situasi dan kondisi Indonesia tersebut harus dikaji untuk menyediakan pondasi bagi pengembangan ilmu perpustakaan dan informasi menjadi disiplin ilmu yang mampu memenuhi dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Praktik kepustakawanan di Indonesia perlu dikembangkan dan diteruskan dari generasi pendahulu kepada generasi penerus (generasi muda). Memahami pentingnya hal tersebut maka Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII)
menyelenggarakan Lokakarya Nasional Kepustakawanan Indonesia. Tema umum lokakarya nasional ini adalah “Transformasi Kepustakawanan Indonesia dalam Era Akses Terbuka”.

Tujuan :
Memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu perpustakaan dan
informasi yang berlandaskan situasi dan kondisi Indonesia, dan menjalin
kesinambungan dalam alih pengetahuan dari pustakawan generasi pendahulu
kepada pustakawan generasi penerus.

Peserta :

Anggota ISIPII, pustakawan profesional, dosen/guru pustakawan, mahasiswa/i
Jurusan Ilmu Perpustakaan, masyarakat umum pemerhati ilmu perpustakaan

Registrasi:
Umum Rp 600.000,-
Mahasiswa D3/S1 Rp 300.000,-
Informasi dan pendaftaran:
PDII LIPI
Tlp: +6221 5733465
Fax: +6221 5733467
Email: info.isipii@gmail.com
Prafita Imadianti +628567901317
Lira Redata: +62817118190
Farli Elnumeri: +628151677745

Program:

Hari I, 5 September 2012
1. Paparan makalah
Kompetensi Riset Ilmu Perpustakaan & Informasi – Prof. Igif Trigunanto
Literasi Informasi Digital – Prof. Sulistyo Basuki, Ph.D
Profesi Pustakawan: Sekilas Refleksi Pribadi – Blasius Sudarsono, M.L.S
Perpustakaan di Tengah Generasi Digital Native – Drs. Rosa Widyawan, M.A
Alih Informasi Konvensional ke Digital: Hybrid Library – Puta Laxman Pendit, Ph.D
Inisiatif Open Access Indonesia – Agus Permadi, M.Sc

2. Cafe Knowlegde
Konsep Cafe Knowledge untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam
lokakarya kepustakawanan Indonesia. Cafe Knowledge diterapkan dalam
pembahasan materi yang telah dipaparkan oleh 6 orang pustakawan senior
sebelumnya. Masing-masing pemapar materi akan didampingi oleh 1 pustakawan muda sebagai pembahas. Para peserta lokakarya akan dibagi dalam 6 kelompok kecil dan akan dipandu oleh 6 orang fasilitator yang akan mengatur
pergerakan masing-masing kelompok sehingga setiap kelompok akan mendapatkan waktu yang sama untuk berdiskusi dengan 6 pemapar dan pembahas.

3. Un-conference
Konsep un-conference ditawarkan sebagai pelengkap Cafe Knowledge
dimana peserta dapat mengungkapkan secara tertulis gagasan, pikiran dan
keinginannya yang tidak dapat disampaikan dalam diskusi kelompok sebelumnya.

Hari II, 6 September 2012
1. Diskusi Panel
Membangun Motivasi dan Karir Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi –
Rene Suhardono
Peranan Teknologi Informasi bagi Ilmu Perpustakaan dan Informasi – Prof
Eko Indrajit
Perpustakaan, Politik dan Demokrasi – Parni Hadi

2. Munas ISIPII (khusus bagi anggota ISIPII)
Laporan Presiden ISIPII periode 2009 – 2012
Rekomendasi keanggotaan ISIPII
Rekomendasi rencana kerja ISIPII periode 2012 – 2015
Pemilihan Presiden ISIPII peiode 2012 – 2015

Formulir registrasi
Lengkapi formulir di bawah ini dan kirimkan melalui email/fax. Tenggat waktu
reservasi: 1 September 2012.

Nama lengkap
:……………………………………………………..

Institusi
:……………………………………………………..

Alamat lengkap
:……………………………………………………..

No Tlp/fax
:……………………………………………………..

No HP
:……………………………………………………..

Alamat email
:……………………………………………………..

Kontribusi Peserta

Kirim ke Bank Permata
Nomor Rekening . 4101248610 a.n. Lira Redata

bukti transfer pembayaran beserta formulir pendaftaran yang telah diisi
lengkap kirim ke e-mail info.isipii@gmail.com atau fax ke +6221 5733467

Lomba Penulisan Artikel dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

brosur1-hal_1

brosur1-hal_2

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan lomba penulisan artikel mengenai kepustakawanan Indonesia dengan tema “Pancasila Rumah Kita”

Lomba ini diselenggarakan mulai tanggal 18 Juli 2012 (Rabu) hingga 27 Agustus 2012 (Senin).

Tujuan diadakannya Lomba ini antara lain untuk:

  1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Pancasila;
  2. Turut membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga Pancasila sebagai fondasi bangsa dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari;
  3. Mendorong masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan memanfaatkan koleksi Perpustakaan Nasional ( di Jakarta dan Blitar), khususnya koleksi tentang Pancasila dan Bung Karno;
  4. Sarana promosi koleksi.
Topik : Panitia menyediakan beberapa topik tulisan untuk dikembangkan. Topik diberikan sebagai pedoman bagi peserta dalam mengembangkan tulisan dan tidak dimaksudkan sebagai judul tulisan. Topik yang dapat dipilih adalah :
  1. Hidup Bersama Cara Pancasila
  2. Pancasila sebagai Kebutuhan Bangsa Indonesia
  3. Pancasila dan Bung Karno: Gagasan dan Tindakan Bagi Bangsa Indonesia
  4. Pancasila sebagai Jembatan Antarbangsa (Pancasila as a Bridge between Nations).
Persyaratan Peserta :
  1. Peserta lomba adalah pustakawan dan masyarakat umum;
  2. Peserta adalah anggota Perpustakaan Nasional RI yang dibuktikan dengan mencantumkan nomor registrasi (bila registrasi secara online) atau melampirkan scan kartu anggota Perpustakaan Nasional RI atau UPT Perpustakaan Bung Karno, Blitar atau UPT Perpustakaan Bung Hatta, Bukittinggi;
  3. Melampirkan scan KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/identitas lain dan daftar riwayat hidup;
  4. Menyebutkan lokasi literatur yang dicantumkan dalam daftar pustaka;
  5. Peserta lomba dapat mengirim lebih dari satu artikel dengan judul dan isi berbeda;
  6. Isi Artikel harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;
  7. Artikel harus asli, bukan terjemahan dan belum pernah dipublikasikan di media apapun serta tidak sedang dilombakan;
  8. Bentuk tulisan ilmiah popular, ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar;
  9. Artikel ditulis dalam format MS Word atau PDF sepanjang 8-14 halaman (10.000 – 15.000 karakter), ukuran kertas A4, spasa 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, rata kiri (align text to the left);
  10. Artikel dikirim melalui email, disertai identitas pribadi (termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi), ke alamat: lpaki2012@ymail.com; cc. meryrosmala@ymail.com dan dahriahida@gmail.com. Subject: Judul naskah (nama peserta) LPAKI 2012
  11. Artikel harus sudah diterima Panitia selambat-lambatnya hari Senin, 27 Agustus 2012 (tanggal kirim email):
  12. Panitia tidak melayani surat-menyurat;
  13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat;
  14. Artikel pemenang menjadi milik Perpustakaan Nasional RI;
  15. Artikel pemenang akan dimasukkan ke dalam web resmi Perpustakaan Nasional RI (www.pnri.go.id);
  16. Pemenang lomba akan diumumkan di web pnri (www.pnri.go.id) pada pekan ke-2 September 2012;
  17. Jika di kemudian hari pemenang diketahui melanggar UU Hak Cipta maka kemenangan peserta akan digugurkan dan peserta wajib mengembalikan hadiah kepada Panitia.
Kriteria Penilaian:
  1. Keaslian ide;
  2. Pemahaman terhadap tema dan topik;
  3. Kekayaan informasi;
  4. Ketepatan menganalisis atau menafsirkan permasalahan;
  5. Kekuatan data, fakta dan argumentasi dengan menyebutkan sumber rujukan yang jelas;
  6. Bahasa yang digunakan baik dan benar namun tetap komunikatif dan mudah dipahami.
Hadiah Pemenang :
Juara I : Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara 2 : Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara 3 : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara Harapan I : Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan piagam penghargaan; Juara Harapan 2 : Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Juara Harapan 3 : Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah) dan piagam penghargaan;
Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.
Contact person : Mery Rosmala : 08151676551 Ida Dahriah : 081314216262

 

 

 

Kuliah Umum Terbuka Blasius Sudarsono

Kabar gembira untuk rekan-rekan pustakawan, mahasiswa, dan pekerja/profesional informasi. Berikut ini ada undangan kuliah umum terbuka dan gratis dari Pak Blasius Sudarsono:
Sejawat pustakawan yang saya hormati,

Sejak pertengahan Bulan Maret yang lalu banyak waktu saya tersita untuk kepentingan non kepustakawanan. Ternyata hari ini sudah 20 April. Berarti saya harus segera menginformasikan kepada sejawat semua bahwa Kuliah Umum, Terbuka dan Gratis dalam Bulan April ini akan saya laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Jumat 27 April 2012
Tempat : Aula lantai II, Gedung A, PDII-LIPI
Jalan Jenderal Gatot Subroto, nomor 10, Jakarta 12710
(seberang Hotel Kartika Chandra, samping kantor Pusat Telkom)
Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
Topik diskusi : Isu Kontemporer Kepustakawanan Kita

Bagi sejawat yang berminat dan mempunyai waktu, saya sangat mengharapkan kehadiran anda semua pada acara di atas.

Atas perhatian dan kehadiran anda semua saya mengucapkan terima kasih.

Salam hormat saya,
Blasius Sudarsono

Bagi rekan-rekan yang tertarik dengan kegiatan ini silahkan langsung datang pada waktu dan tempat yang tertera. See you there!!

Kuliah Umum Kepustakawanan Ke-IX

Bagi anda para pekerja Informasi (Pustakawan, Dokumentalis, dan Arsiparis)

Bila anda berminat untuk mengikuti acara Kuliah Umum Kepustakawanan yang ke IX silakan hadir pada:

Hari/Tanggal : Jum’at, 30 Maret 2012
Pukul : 13.30 WIB -selesai
Tempat : PDII-LIPI, Lt.2, Jln Jenderal Gatot Subroto 10 Jakarta 12710
Topik : INFOPRENEURSHIP : roots, evolution, and revolution (Kajian Artikel Robert J. Lahnm, Jr dan Charles R.B. Stowe, Volume 16, 2011).
Narasumber : Blasius Sudarsono (Pemerhati Perpustakaan)

Acara di atas bersifat TERBUKA, FREE, dan tidak disediakan sertifikat.
Atas partisipasinya, kami ucapkan terimakasih.
Salam

Okey.. Itu dia undangan untuk kuliah umum kepustakawanan di PDII LIPI bersama Pak Darsono. Apa sih INFOPRENEURSHIP itu? Penasaran?
Langsung datang saja pada waktu dan tempatnya. Gratis tanpa Syarat dan gak pake tanda (*) seperti Promo lainnya. Hahahaha….

Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia 2009

dari milis sebelah

Dear friends,

Bersama ini saya informasikan mengenai Lomba Penulisan Artikel tentang
Kepustakawanan Indonesia 2009. Berikut info mengenai detail lomba:

LOMBA PENULISAN
ARTIKEL TENTANG KEPUSTAKAWANAN INDONESIA 2009
LPAKI 2009

I. LATAR BELAKANG
Perpustakaan Nasional RI sebagai Lembaga Pemerintah Non-Departemen
(LPND) melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang
berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan,
perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan
pelestarian dan pusat jejaring perpustakaan.
Keenam fungsi tersebut memiliki arti mendalam bagi pelestarian memori
kolektif bangsa (nation collective memory) yang membentuk jatidiri,
karakter dan budaya bangsa Indonesia .
Keberadaan UU RI No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menjadi
landasan hukum bagi penetapan kebijakan, penyelenggaraan dan
pengembangan perpustakaan di Indonesia untuk dapat menetapkan hal-hal
tersebut. Perpustakaan Nasional RI berharap masyarakat dapat
memberikan masukan dan saran yang membangun pasca terbitnya UU RI No.
43 tahun 2007 tersebut.
Sehubungan dengan hal diatas, Perpustakaan Nasional RI, mengadakan
Lomba Penulisan Artikel tentang Kepustakawanan Indonesia (LPAKI) Tahun
2009. Lomba ini sekaligus untuk memperingati Bulan Gemar Membaca dan
Hari Kunjung Perpustakaan pada tanggal 14 September 2009.

I. TEMA LPAKI 2009
PERPUSTAKAAN NASIONAL RI PASCA UU RI NO.43 TAHUN 2007
TENTANG PERPUSTAKAAN

II. 1. Layanan Prima Perpustakaan Nasional RI yang Dibutuhkan
Masyarakat;
2. Peran Perpustakaan Nasional RI dalam Pelestarian Budaya Bangsa;
3. Membangun Kemitraan Perpustakaan dalam Era Keterbukaan
Informasi. PILIHAN TOPIK TULISAN

III.PERSYARATAN LOMBA
1. Peserta lomba adalah masyarakat umum;
2. Melampirkan fotokopi KTP/SIM/Kartu Mahasiswa atau identitas lain;
3. Melampirkan daftar riwayat hidup;
4. Peserta lomba dapat mengirim lebih dari satu artikel dengan
judul berbeda;
5. Isi artikel harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan;
6. Isi artikel harus asli, bukan terjemahan;
7. Bersifat aplikatif dan inovatif;
8. Bentuk tulisan ilmiah popular, ditulis dalam bahasa Indonesia
yang baik dan benar;
9. Panjang artikel 7-15 halaman (10.000-15.000 karakter), ukuran
kertas A4, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12;
10. Artikel belum pernah menang atau sedang dilombakan;

11. Karya tulis dikirim dalam format Word disertai identitas pribadi
(termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi) melalui email ke alamat:
lpaki2009@yahoo. com dan
cc. luthfiatimakarim@ ymail.com
Subject: Naskah (nama peserta) LPAKI 2009
12. Karya tulis dikirim ke Panitia selambat-lambatnya hari Jumat, 2
Oktober 2009 (tanggal kirim email);
13. Panitia tidak melayani surat-menyurat;
14. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat;
15. Naskah yang masuk menjadi milik Perpustakaan Nasional RI ;
16. Naskah pemenang akan dimuat di majalah Visi Pustaka serta
dimasukkan ke dalam web resmi Perpustakaan Nasional RI http://www.pnri.go. id;
17. Pemenang lomba akan diumumkan di web pnri http://www.pnri.go. id pada
awal bulan November 2009;
18. Jika di kemudian hari pemenang diketahui melanggar UU Hak Cipta
maka kemenangan peserta akan digugurkan dan wajib mengembalikan hadiah
kepada Panitia.
IV. KRITERIA PENILAIAN
1. Orisinalistas ide;
2. Pemahaman terhadap tema dan topik;
3. Kekayaan informasi yang terkandung dalam karya tulis;
4. Ketepatan menganalisis atau menafsirkan permasalahan;
5. Kekuatan data, fakta dan argumentasi dengan menyebutkan
sumber rujukan yang jelas;
6. Bahasa yang digunakan komunikatif dan mudah dipahami.
V. HADIAH
1. Juara 1: Rp. 5.000.000,- ( Lima juta rupiah) dan piagam penghargaan;
2. Juara 2: Rp. 4.000.000,- (Empat juta rupiah) dan piagam penghargaan;
3. Juara 3: Rp. 3.000.000,- (Tiga juta rupiah) dan piagam penghargaan;
4. Juara Harapan 1: Rp.2.000.000, (Dua juta rupiah) dan piagam
penghargaan;
5.. Juara Harapan 2: Rp.1.500.000, – (Satu juta lima ratus ribu
rupiah) dan piagam penghargaan;
6. Juara Harapan 3: Rp.1.000.000, – (Satu juta rupiah) dan piagam
penghargaan;
Hadiah dipotong pajak yang ditanggung oleh pemenang.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Ilus: 91343687, 0812104447 2

Salam,
Ilus
Perpustakaan Nasional RI

Ebook seri Career Skills Library

1. Communication skills-2nd edition

2. Learning the ropes-2nd edition

3. Organization skills-2nd edition

4. Problem solving-2nd edition

5. Professional ethics and etiquette-2nd edition

6. Research and information management-2nd edition

7. Teamwork skills-2nd edition

PS: Jika anda merasa dirugikan dan ingin Summaries DDC 22 tidak disebarluaskan disini hubungi email saya: kolordwijo@yahoo.com