Seminar Sehari tentang Mengupas Koha Open Source ILS: Software Otomasi Perpustakaan Multi Fitur dan Bertaraf Internasional

Dalam rangka Dies Natalis Universitas Muhammadiyah Surakarta yang ke 52, Perpustakaan UMS mengadakan Seminar Sehari dan Pameran Buku dengan tema Mengupas Koha Open Source ILS: Software Otomasi Perpustakaan Multi Fitur dan Bertaraf Internasional. Acara seminar dan pameran buku ini akan dilaksanakan pada Kamis 14 Oktober 2010 bertempat di Gedung Auditorium M.Djazman Kampus 1 Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Surakarta.

Beberapa pembicara yang akan berbicara dalam acara seminar ini adalah Bapak Drs. Ida Fajar Priyanto, M.A.(Kepala Perpustakaan UGM); Bapak Suyadi (Praktisi IT Perpustakaan UMS); dan Bapak M. Solihin Ariyanto, S.Ag., SIP, M.LIS.(Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Pendaftaran acara ini dapat dilakukan mulai tanggal 20 September 2010, dengan menghubungi atau melalui email Ibu Ken Retno Yuniwati (kenretno@ums.ac.id) atau dengan Ibu Esti Handayani (esti_handayani@ums.ac.id). Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu, setelah ketersediaan tempat terpenuhi.

http://library.ums.ac.id/events/2010/10/14/seminar-sehari-tentang-mengupas-koha-open-source-ils-software-otomasi-perpustakaan

Anglo-American Cataloguing Rules (AACR) Tamat, Resource Description and Access (RDA) Pemenangnya!

Beberapa saat Lalu Saya mendapat berita dari MILIS, isinya tentang pedoman yang biasa digunakan oleh para Pustakawan dalam mendeskripsikan Bahan Pustakanya. Anglo-American Cataloguing Rules (AACR) yang selama ini digunakan sebagai pedoman resmi digantikan oleh Resource Description and Access (RDA). Berikut beritanya:

Hanya sekedar share semoga bermanfaat J

Resource Description and Access atau RDA resmi menggantikan AACR, setelah mulai di implementasikan tahun 2010 oleh perpustakaan di AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Australia dan akan menyusul Jerman dan Perancis. Negara-negara lainnya di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, China masih dalam proses persiapan pengimplementasian sistem ini, mungkin termasuk juga PNRI.

RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR tetapi sebagai web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan bisa dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak perubahan signifikan, RDA dibangun di atas fondasi AACR yang telah lama digunakan oleh pustakawan untuk menghasilkan jutaan records di seluruh dunia sejak diterapkan lebih dari beberapa dekade.

Mengapa RDA?
AACR yang selama ini digunakan dibuat berdasarkan pengkategorian jenis bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus untuk buku, terbitan berseri, sound recording, motion pictures, electronic resources, dll. Struktur masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada dideskripsikan dalam ISBD. Saat ini, perbedaan jenis pustaka semakin kabur seiring perkembangan teknologi informasi dan multimedia.

AACR dikembangkan di era katalog kartu dan banyak terminologi dalam AACR yang digunakan saat ini masih merefleksikan situasi tersebut, seperti misalnya “heading”, “main entry”, dan “added entry”. Modifikasi istilah sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini dianggap belum cukup untuk menjadikan AACR relevan dengan dunia digital.

RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional Requirements for Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for Authority Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records (FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and attributes atau metadata yang dikembangkan oleh IFLA.

Model konseptual dipandang lebih relevan di era informasi saat ini karena dapat membantu memahami domain yang digambarkan. Dalam RDA tugas cataloguer antara lain,

1. Mengidentifikasi dan mendefisinikan hal-hal yang penting (entities)
2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan hubungan (relationship) antar entities
3. Mengidentifikasi dan mendefinisikan attribute yang merupakan karakter dari entities.

Sebagai contoh untuk relationship antar entities, dalam record RDA cataloguer dapat membuat “The fellowship of the ring” memiliki sequel “the two towers”; atau mendefinisikan Frank Seiberling adalah pendiri Goodyear Tire and Rubber Co.

Struktur RDA
RDA dikelompokan menjadi tiga model konseptual:

I. FRBR atau konsep entitas, terdiri dari
A. Work, core elements:
1. Title of work
2. Date of work
3. Place origin of the work
4. Form of work
5. Other distinguishing characteristic of the work
6. Identifier for the work
7. Medium of performance
8. Dll.
B. Expression, core elements:
1. Date of expression
2. Language of expression
3. Content type
4. Identifier for the expression
5. Accessibility content
6. Illustrative content
7. Form of notation
8. Source consulted
9. Status of identification
10. Dll.
C. Manifestation, core elements:
1. Title
2. Distribution statement
3. Manufacture statement
4. Publication statement
5. Copyright date
6. Carrier type
7. Media type
8. Dimensions
9. URL
10. Preferred citation
11. Note
12. Terms of availability
13. Contact information
14. Restriction on use
15. Restriction on access
16. Production statement
17. Digital file characteristic
18. Mode of issuance
19. Frequency
20. Font size
21. Book format
22. Dll.
D. Item
1. Custodial history of item
2. Immediate source of acquisitions of item
3. Item-specific characteristic
4. Dll.

Istilah work, expression, manifestation, dan item adalah untuk memperjelas istilah membingungkan yang ada di dalam cataloguing rules. Misalnya, ketika kita mendefinisikan “buku” sebagai objek fisik yang merupakan kumpulan kertas terjilid, maka RDA menyebutnya sebagai “item”.

Ketika kita mengatakan buku sebagai jenis bahan publikasi yang berada di toko buku dan memiliki ISBN, RDA menyebutnya sebagai “manifestation”. Ketika kita mendapatkan suatu buku yang merupakan penerjemahan atau variasi dari karya seseorang, RDA menyebutnya sebagai “expression”. Dan ketika kita mengatakan buku sebagai konsep isi yang menjadi dasar bagi karya-karya lain dalam berbagai versi bahasa atau ide-ide seseorang dalam sebuah buku, RDA menyebutnya sebagai “work.”

Bila didefinisikan lebih lanjut, Work adalah karya intelektual atau artistic seseorang yang masih merupakan entitas abstrak. Misalnya LOTR oleh Tolkien. Expression adalah realisasi suatu karya dalam format tertentu, misalnya suatu bahasa. Seperti juga Work, Expression masih merupakan konsep abstrak. Manifestation adalah perwujudan fisik dari expression suatu karya. Misalnya seluruh edisi LOTR di edit oleh Harold Bloom dan diterbitkan Roundhouse tahun 2001. Manifestation direpresentasikan dalam bibliographic record. Sedangkan Item adalah eksemplar dari Manifestation, atau biasa yang disebut sebagai copy.

II. FRAD, terdiri dari
A. Persons
1. Name of the persons
2. Fuller form of name
3. Date associated with the the person
4. Identifier for the person
5. Field of activity of the person
6. Profession or occupation
7. Biographical information
8. Language of the person
9. Gender
10. Affiliation
11. Address of the person
12. Place of birth
13. Place of death
14. Place of residence
15. Source consulted
16. Dll.

B. Families
1. Name of the family
2. Place associated with the family
3. Prominent member of the family
4. Hereditary title
5. Familiy history
6. Dll.

C. Corporate Bodies
1. Name of the corporate body
2. Associated institution
3. Identifier for corporate body
4. Corporate history
5. Number of a conference
6. Dll.

III. FRSAR
A. Concepts
B. Objects
C. Event
D. Places

Perubahan siginfikan lain yang ada di RDA jika dibandingkan pendahulunya, AACR adalah RDA mengkonsultasi pengembangan sistem kategorisasi dengan perpustakaan dan penerbit. Kategorisasi ini akan menghapus istilah GMDs dan SMDs yang digunakan dalam AACR dengan menggantinya dengan tiga elemen terpisah : media category, type of carrier, dan type of content.

Pada RDA penekanan pada relationships juga diutamakan, antara lain:
1. Kaitan antara entitas kelompok FRBR yang terhubung dengan resource
2. Hubungan antar masing-masing karya intelektual
3. Hubungan antara suatu karya dan penciptanya
4. Hubungan antara persons, families, dan corporate bodies.

(diolah dari berbagai sumber)
Salam,
WshHrd

Hal ini tentu akan membuat beberapa perubahan dan pasti akan timbul pro-kontra dikalangan Pustakawan itu sendiri. Tetapi yang jelas Pustakawan dan bahkan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan harus dapat beradaptasi dengan keadaan/kebijakan yang baru karena seperti yang dikatakan Charles Darwin “bukan spesies yang paling kuat atau cerdas lah yang akan bertahan hidup melainkan spesies yang paling dapat beradaptasi dengan lingkungannya”. Hal ini seharusnya dapat menjadi pemicu agar Pustakawan maupun Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi untuk belajar kembali. Selamat Belajar Kembali..

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-3. Bandung, 2-4 November 2010

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) merupakan forum berskala nasional yang merupakan wadah penyampaian gagasan dan hasil penelitian, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta bertukar pikiran bagi para pustakawan dan penyelenggara perpustakaan Indonesia tentang berbagai aspek perpustakaan digital.

Penyelenggaraan KPDI secara berkala setiap tahun dimaksudkan untuk menyediakan wadah bagi para praktisi, akademisi, maupun peneliti yang secara langsung berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan digital maupun yang mempunyai perhatian dan minat terhadap perkembangan implementasi TIK di perpustakaan pada umumnya, maupun perkembangan jaringan-jaringan perpustakaan digital di Indonesia pada khususnya.

Dalam konferensi-konferensi sebelumnya telah dibahas sejumlah topik, mencakup ilmu komputer, ilmu perpustakaan dan informasi, serta manajemen pengetahuan. Melalui KPDI-1 yang mengusung tema ”Kerja Sama Dalam Membangun Perpustakaan Digital Nasional Indonesia” dimaksudkan untuk membangun kesadaran bersama akan perlunya kerja sama berbagai pihak dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi masyarakat luas melalui implementasi teknologi digital dalam dunia perpustakaan. Dalam KPDI-2 dengan tema ”Perpustakaan dan Pelestarian Khasanah Budaya Bangsa dalam Format Digital” dicapai kesamaan persepsi di antara para peserta mengenai pentingnya pentingnya melestarikan khasanah budaya dalam format digital (cultural digital heritage), serta peran perpustakaan dalam pelestarian khasanah budaya tersebut. Melalui Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-3 diupayakan juga tercapainya kesamaan persepsi di antara para peserta mengenai Perpustakaan Digital Nasional Indonesia dan mengenai bentuk Kerangka Kerja Nasional Perpustakaan Digital Indonesia yang menjadi acuan dalam pelaksanaan kerja sama antarperpustakaan dan antar jaringan yang sudah ada.

Tema
Perpustakaan Digital: Isu-Isu Teknis, Strategis dan Masa Depan

Tujuan
Saat ini di Indonesia telah terbentuk beberapa jaringan-jaringan perpustakaan digital, baik yang dibangun berdasarkan kesamaan jenis perpustakaan, layanan, maupun koleksinya.

Peserta
– Pengelola berbagai jenis perpustakaan
– Pustakawan dan tenaga perpustakaan di perpustakaan umum, khusus dan
perguruan tinggi
– Akademisi, peneliti, pengajar dan mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi
– Penerbit sumber informasi digital (E-publishers)
– Perusahaan penyedia informasi (information providers)
– Seluruh stakeholders dalam bisnis multimedia

Tempat Penyelenggaraan
Hotel Horison Bandung
Jl. Pelajar Pejuang 45 no. 121
Buah batu, Bandung – 12345
Jawa Barat, Indonesia.
PHONE : (022)7305000, 7305462
FAX : (022)7304711
http://www.horisonbandung.com

sumber: http://kpdi3.pnri.go.id/

Lomba Desain Poster Perpustakaan

Dalam rangka menyambut Information Literacy Day, Perpustakaan UKRIDA menyelenggarakan lomba Poster Perpustakaan berhadiah total 20 juta rupiah.

Tema: Life Transformation ideas com through the books.
Sub-thema:
– Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan
– Pencerahan hidup dapat muncul melalui bacaan
– Perpustakaan sebagai salah satu pilar demokrasi
– Perpustakaan sebagai icon pendidikan
– Perpustakaan sebagai Institusi budaya
– Aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan perpustakaan,
pentingnya membaca, ajakan ke perpustakaan ,
etika diperpustakaan

Informasi detail silahkan kunjungi:
http://www.ukrida.ac.id/index.php?/lomba-desain-poster.html

http://www.ukrida.ac.id/index.php?/lomba-desain-poster.html

Dibagi 3 kategori:

– Pelajar setingkat SLTA/SMU
– mahasiswa
– Umum

Pengiriman materi Poster Mulai 16 Agustus 2010 – 30 September 2010, Jam 15.00.

Alamat Pengiriman karya:
Perpustakaan UKRIDA
Gedung A, Lt. 3
J;. Tanjung Duren raya No. 4
Jakarta Barat 11470